Jumat, 27 November 2020 15:01

Dorong Hubungan Bilateral Stabil, Presiden China Xi Jinping Ucapkan Selamat kepada Joe Biden

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Presiden China Xi Jinping
Presiden China Xi Jinping

Xi mengatakan hubungan yang sehat antara dua negara ekonomi terbesar dunia itu tidak hanya diharapkan oleh kedua bangsa, melainkan juga oleh masyarakat internasional.

RAKYATKU.COM - Presiden China Xi Jinping pada Rabu (25/11) menyampaikan ucapan selamat kepada Joe Biden karena menang pemilihan presiden Amerika Serikat 3 November. Xi menyuarakan harapan bahwa kedua negara dapat mendorong perkembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil.

Seperti dilansir Reuters dari kantor berita resmi China, Xinhua, Xi mengatakan hubungan yang sehat antara dua negara ekonomi terbesar dunia itu tidak hanya diharapkan oleh kedua bangsa, melainkan juga oleh masyarakat internasional.

Juga pada Rabu, Wakil Presiden China Wang Qishan memberi selamat kepada pasangan Biden, Kamala Harris, yang terpilih sebagai wakil presiden AS berikutnya, lapor Xinhua, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Baca Juga : Dibuka Presiden Amerika Joe Biden, Danny Wakili Indonesia Pada Forum Demokrasi Internasional

Ucapan selamat ini akhirnya disampaikan Xi setelah tiga pekan lebih Biden menang pilpres. Berbeda dengan 2016, Xi mengirim ucapan selamat kepada Trump pada 9 November, sehari setelah pemilihan presiden dilakukan.

Hubungan China-AS selama empat tahun masa jabatan Presiden AS Donald Trump memburuk hingga menyentuh titik terendah dalam beberapa dasawarsa belakangan.

 

Kedua negara terlibat dalam perselisihan membara menyangkut berbagai masalah, dari perdagangan dan teknologi hingga Hong Kong dan virus corona.

Baca Juga : Asal-usul Virus Corona Mungkin Tidak Akan Pernah Teridentifikasi

Ketika diminta komentar, seorang pejabat tim transisi Biden mengatakan, "Kami menghargai ucapan selamat dari semua pemimpin dunia yang telah menyampaikannya, termasuk Presiden Xi."

Sponsored by MGID

Selama kampanye pemilihan, Biden bersumpah akan bersikap tegas terhadap pengaruh China yang meluas di seluruh dunia. Biden juga lebih dari satu kali menyebut Xi "preman" dalam praktik hak asasi manusia yang dijalankannya.

Pada Selasa (25/11) saat secara resmi mengumumkan timnya untuk kebijakan luar negeri, Biden mengatakan para sekutu menantikan Amerika Serikat untuk menegaskan kembali peran bersejarahnya sebagai pemimpin global di Pasifik, kawasan yang di dalamnya China berusaha menggantikan AS sebagai kekuatan dominan.

Baca Juga : Percaya Vaksin COVID-19 Berbahaya, Pria Ini Bunuh Kakak, Kakak Ipar, dan Teman Ibunya

Biden, yang akan menjabat pada 20 Januari, telah memprioritaskan untuk mendorong kemajuan dalam perubahan iklim, nonproliferasi nuklir, dan kesehatan global. Ia akan membutuhkan kerja sama dari China dalam upaya-upaya itu.

Kementerian luar negeri China memberi selamat kepada Biden pada 13 November, hampir seminggu setelah banyak sekutu AS melakukannya --pada saat Trump masih menentang hasil pilpres dan menolak untuk mengakui kekalahan.

sumber: merdeka.com

Sponsored by advertnative
 
#China #Amerika Serikat #Joe BIden