Senin, 23 November 2020 20:30

Siasati Pembatasan, Begini Strategi KPU Makassar Sosialisasikan Pilwalkot di Tengah Pandemi Corona

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Endang Sari
Endang Sari

Sosialisasi telah dilakukan sejak enam bulan yang lalu. Dimana KPU Makassar memberdayakan semua fasilitas yang dimiliki.

RAKYATKU.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilihan kepala daerah secara serentak harus bekerja ekstra. Bagaimana tidak, pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang dilaksanakan dalam masa pandemi corona.

Meski di tengah pendemi, KPU tetap berupaya untuk mengajak masyarakat agar tetap mengikuti pencoblosan. Hal ini karena pada saat hari H pencoblosan akan dijalankan protokol kesehatan secara ketat.

Sebelum hari pencoblosan, jauh hari KPU telah secara giat melakukan sosialisasi untuk meningkatkan jumlah pemilih. Seperti halnya yang dilakukan oleh KPU Kota Makassar.

Baca Juga : MUI Sebut Saf Salat Berjemaah Boleh Rapat, Satgas COVID-19 Menolak

"Karena kita masih berada dalam situasi pandemi Covid-19 maka sesuai regulasi untuk memperhatikan protokol kesehatan, maka ada banyak strategi sosialisasi KPU Makassar yang berubah. Kita tidak lagi bisa mengumpulkan orang dalam jumlah banyak di satu tempat hingga ratusan atau ribuan, sehingga kami melakukan sosialisasi dengan memaksimalkan rantai SDM yang dimiliki KPU Makassar," kata Endang Sari, komisioner Divisi Partisipasi, Sosialisasi, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kota Makassar, Senin (23/11/2020).

Bahkan, kata Endang, sosialisasi telah dilakukan sejak enam bulan yang lalu. Dimana KPU Makassar memberdayakan semua fasilitas yang dimiliki.

 

"Ada 75 orang PPK, 459 orang PPS, dan 16.758 KPPS serta 4.788 petugas ketertiban TPS. Mereka (PPK dan PPS) sudah melakukan sosialisasi door to door dari 6 bulan yang lalu, laporannya kami periksa setiap bulan. KPPS dan Petugas ketertiban TPS pun juga akan melakukan hal serupa nantinya jelang hari H," tambahnya.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Luwu Utara Genjot Vaksinasi

Endang mengatakan, kegiatan sosialisasi dilakukan setiap saat. Sosialisasi juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sponsored by MGID

"Kegiatan sosialisasi tatap muka kami turunkan berbasis kelurahan dengan harapan bisa langsung menjangkau pemilih real makassar dan itu dilakukan setiap hari oleh PPK dan PPS kami. Program ini sampai 765 kegiatan sosialisasi tatap muka dengan target peserta maksimal 50 orang. anggaran kegiatan tersebut kami turunkan ke penyelenggara adhoc," sebutnya.

Tak hanya sosialisasi tatap muka, KPU juga melakukan sosialisasi melalui media sosial. Bahkan seminar-seminar pun dilakukan secara daring.

Baca Juga : Ada Rencana Libur Panjang Dihapus setelah Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Indonesia

"Sosialisasi via media sosial KPU Makassar juga kami maksimalkan. Kami menggandeng influencer untuk sosialisasi tahapan pemilihan di medsos, kelas pemilih, dan seminar daring kita juga masif lakukan, dan sosialisasi menggunakan media massa baik cetak, elektronik, maupun online pasti akan tetap kami maksimalkan. Sosialisasi yang lain seperti penyebaran alat-alat sosialisasi seperti spanduk, flyer, baliho, dan lain-lain juga telah dan masih akan kami sebarkan," bebernya.

 

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Syukur
#kpu makassar #Pilkada Makassar #Satgas Covid-19