Kamis, 29 Januari 2026 17:44

Wali Kota Makassar: Kami Ingin Solusi Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wali Kota Makassar: Kami Ingin Solusi Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

"Kami ingin solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tapi prinsipnya jelas, pembangunan tidak boleh merugikan masyarakat dan lingkungan. Semua akan diputuskan berdasarkan kajian yang terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan,"

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memimpin rapat bersama pihak PT Sarana Utama Synergy (PT SUS) selaku pihak pengelola Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Kamis (29/01/2026).

Dalam kesempatan itu Munafri menekankan bahwa seluruh tahapan proyek harus berpijak pada kajian teknis, lingkungan, sosial, dan regulasi yang komprehensif sebelum memasuki tahap pelaksanaan fisik.

Ia menjelaskan bahwa meskipun sebelumnya telah ada kontrak kerja sama, namun berdasarkan arahan dan penjelasan dari Kementerian Lingkungan Hidup, seluruh proses sebelum pelaksanaan fisik dan penandatanganan dokumen pengadaan perlu dimulai dari awal. 

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan Arah Pembangunan 2027

"Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Lingkungan Hidup, sehubungan Makassar telah melakukan kontrak. Sebelum pelaksanaan fisik dilakukan, semuanya dianggap nol," jelasnya. 

Dalam rapat tersebut, Munafri juga secara tegas menyampaikan bahwa lokasi PSEL harus difokuskan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, sebagai pusat aktivitas pengelolaan sampah Kota Makassar. 

Menurutnya, penempatan fasilitas PSEL harus berada di kawasan yang sejak awal diperuntukkan bagi aktivitas persampahan, bukan membuka lingkungan baru yang berdekatan dengan permukiman warga.

Baca Juga : Lapak PKL di Sultan Alauddin Akhirnya Ditertibkan Pemkot Makassar

Sehingga seluruh opsi tetap terbuka, termasuk peninjauan lokasi proyek. Namun keputusan akan dilakukan berdasarkan hasil kajian internal yang objektif.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan membentuk tim teknis untuk melakukan kajian komprehensif, termasuk perhitungan biaya dan risiko yang mungkin timbul.

Lebih lanjut, politisi Golkar itu menegaskan bahwa seluruh opsi kebijakan akan diputuskan berdasarkan hasil kajian objektif serta aspirasi masyarakat. 

Baca Juga : Wali Kota Makassar Temui Ditjen Otda Kemendagri

Pemerintah Kota Makassar tidak akan memaksakan pelaksanaan proyek jika belum ada kepastian bahwa aspek teknis, lingkungan, sosial, kesehatan, dan regulasi benar-benar aman.

"Kami ingin solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tapi prinsipnya jelas, pembangunan tidak boleh merugikan masyarakat dan lingkungan. Semua akan diputuskan berdasarkan kajian yang terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan," sebutannya.

#Munafri Arifuddin