Minggu, 15 November 2020 14:46

Program Catin Sehat Puskesmas Bojo Raih Penghargaan Top 30 Inovasi Terbaik di Sulsel

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Program Catin Sehat Puskesmas Bojo Raih Penghargaan Top 30 Inovasi Terbaik di Sulsel

Tahun 2020, menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Barru yang telah menasional dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang mengalir, seolah tak putus.

RAKYATKU.COM, BARRU - Tahun 2020, menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Barru yang telah menasional dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang mengalir, seolah tak putus.

Kali ini, informasi diterima dari gelaran kegiatan Kemenpan RB tentang pendampingan implementasi reformasi birokrasi dan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Sakip) bagi beberapa Kabupaten/Kota se-Sulsel, Kamis (12/11/2020).

Pada kesempatan itu, Pemprov Sulsel menyerahkan penghargaan top 30 inovasi pelayanan publik tingkat provinsi Sulsel Tahun 2020.

Baca Juga : 

UPTD Puskesmas Bojo Baru, Kabupaten Barru dengan inovasi "Calon Pengantin Sehat" atau Catin Sehat, berhasil masuk dalam top 30 inovasi terbaik.

Kepala Puskesmas Bojo Baru, Isriani latief hadir menerima langsung penghargaan ini. Ia didampingi Kepala Bagian Organisasi Setda Barru Syafruddin Tajuddin, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Barru.

Delegasi Pemerintah Kabupaten Barru ini, nampak bahagia meraih penghargaan sebagai salah satu inovator terbaik Sulsel.

 

Isriani Latif membeberkan beberapa tujuan dan manfaat dari Inovasi yang telah dikembangkan oleh UPTD Puskesmas Bojo Baru di beberapa tahun terakhir. Inovasi Catin ini merupakan cara mengedukasi masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum pengantin dari tinjauan kesehatan.

"Tujuan adanya inovasi Catin adalah meningkatkan pengetahuan dan skrining pada calon pengantin, agar lebih komprehensif dalam mempersiapkan pernikahan, sampai kelak memiliki keturunan yang sehat, sehingga kematian ibu dan anak dapat dicegah sedini mungkin serta dapat membantu dalam pencegahan stunting," ungkap Isriani Latif.

Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa dampak dari inovasi "Catin Sehat" antara lain pada peningkatan jumlah pengantin baru yang telah mendapatkan pengetahuan serta pelayanan kesehatan.

"Semua pasangan pengantin baru nantinya diharapkan dapat lebih awal memahami proses kehamilan hingga dapat melahirkan dengan selamat" tambahnya.

Hal ini juga diharapkan menekan kematian bayi, stunting, kurang gizi, prematur, hingga harapan melahirkan bayi yang sehat, normal, dan sempurna, lebih terjamin. Selain itu,  pelaksanaan Catin Sehat juga diharapkan mengedukasi peningkatan moral calon pengantin sehingga kasus penyakit menular seksual dapat dicegah.

Nantinya, Inovasi Catin Sehat ini akan ditelaah dengan sistematis dan bila rampung, dapat menjadi Inovasi Daerah yang bernafaskan keagamaan ini. Kemudian, inovator Iriani Latif mengungkap harapannya agar pelibatan aktif pemerintah desa/kelurahan, untuk terlibat dalam mengarahkan dan mensosialisasikan kepada calon pengantin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas.

Pemberian penghargaan oleh Sekretaris Provinsi Sulsel, mewakili Pemda Provinsi Sulsel, disaksikan juga oleh Asisten Deputi Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja Wilayah III Kemenpan RB bersama segenap perwakilan kabupaten/kota, yang hadir

"Kita harus yakin bahwa apabila kabupaten/kota kuat, dengan reformasi birokrasi, maka provinsi akan kuat, jika provinsi kuat maka Indonesia akan tangguh. Dengan adanya reformasi birokrasi berbagai inovasi telah dilakukan dan yang terpenting adalah komitmen leader," sebut Sekretaris Provinsi Sulsel, saat memberi sambutan pada acara yang digelar di Hotel Claro, Makassar, tersebut.

Penulis : Achmad Afandy
#Pemkab Barru