Kamis, 29 Oktober 2020 14:04

Prancis dan Jerman Terancam Gelombang Kedua Covid-19

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi
Ilustrasi

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, memerintahkan kembali memberlakukan karantina wilayah (lockdown) di negara mereka, saat Eropa terancam dilanda gelombang besar kedua penularan virus corona (Covid-19) sebelum musim dingin.

RAKTAKU.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, memerintahkan kembali memberlakukan karantina wilayah (lockdown) di negara mereka, saat Eropa terancam dilanda gelombang besar kedua penularan virus corona (Covid-19) sebelum musim dingin.

"Saya telah memutuskan bahwa kita perlu kembali ke penguncian untuk menghentikan virus. Virus itu beredar dengan kecepatan yang bahkan tidak diantisipasi oleh perkiraan yang paling pesimistis," kata Presiden Macron dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip Antara.

"Seperti semua tetangga kita, kita tenggelam oleh percepatan virus yang tiba-tiba.Kita semua berada di posisi yang sama: dibanjiri gelombang kedua yang kita tahu akan lebih sulit, lebih mematikan daripada gelombang pertama," sambung Macron.

Baca Juga : 

Presiden Macron menjelaskan, aturan baru soal Lockdown mulai berlaku pada Jumat (30/10/2020), warga diwajibkan tinggal di rumah. Pengecualian diberikan bagi mereka yang perlu membeli barang-barang penting, mendapatkan layanan medis, atau berolahraga hingga satu jam sehari. Warga juga akan diizinkan pergi bekerja jika memang pekerjaan tidak bisa dilakukan dari rumah.

Sementara Jerman akan menutup semua bar, restoran, dan teater pada 2-30 November 2020 berdasarkan langkah-langkah yang disepakati antara Merkel dan para kepala pemerintah daerah. Namun, toko-toko akan diizinkan beroperasi dengan batasan ketat pada jumlah orang yang berada di dalam toko.

"Kita perlu mengambil tindakan sekarang. Sistem kesehatan kita masih dapat mengatasi tantangan itu hari ini, tetapi pada kecepatan infeksi ini sistem akan mencapai batas kemampuannya dalam beberapa minggu," ujar Kanselir Merkel dikutip dari indozone.id.

 

Jerman, yang tidak terlalu terpukul dibandingkan sejumlah negara tetangganya di Eropa awal tahun ini, mengalami peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan.

#Virus Corona