Kamis, 29 Oktober 2020 10:08

Warga Eropa Demo karena Lelah dengan Pembatasan Covid-19

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
demo rusuh di roma karena pembatasan sosial akibat covid-19. ©Massimo Pinca/Reuters
demo rusuh di roma karena pembatasan sosial akibat covid-19. ©Massimo Pinca/Reuters

Para pengunjuk rasa membuat kericuhan di pusat Ibu Kota Roma pada Selasa malam.

RAKYATKU.COM - Para pengunjuk rasa membuat kericuhan di pusat Ibu Kota Roma pada Selasa malam. Aksi tersebut merupakan pesan kemarahan warga Eropa terhadap tindakan yang dilakukan pemerintah atas penutupan tempat makan dan bar serta menutup kegiatan sehari hari seperti tempat gym dan bioskop karena upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Media lokal melaporkan, para demonstran mengejutkan dan merugikan para pejalan kaki dan pengendara motor dengan membakar sampah di Piazza del Popolo, dan membalikkan motor roda dua dan juga melemparkan bom asap. Para polisi menyiramkan meriam air untuk membubarkan mereka.

Peristiwa itu adalah malam protes kekerasan kelima berturut-turut di Italia, setelah jam malam lokal baru-baru ini di kota-kota besar termasuk Napoli dan Roma.

Baca Juga : 

Kini seluruh wilayah Eropa sedang berjuang untuk menghentikan kebangkitan gelombang kedua virus corona.

Namun dalam babak baru pembatasan yang sedang diberlakukan, pemerintah masih menemukan masyarakat yang kurang patuh. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, Eropa kini sudah mengalami lebih dari 250.000 kematian akibat Covid-19 dan pekan lalu mencatat 46 persen kasus positif baru dari semua kasus di seluruh dunia.

Dilansir laman AP News, Selasa (27/10), selama akhir pekan ini polisi menggunakan semprotan merica untuk melawan para pengunjuk rasa yang marah atas pembatasan Covid-19 di Polandia. Dokter-dokter Spanyol melakukan pemogokan kerja secara nasional pertama mereka dalam 25 tahun. Gerakan tersebut terjadi atas kekesalan mereka dengan kondisi kerja yang kini sedang memburuk.

 

kepala darurat WHO Dr. Michael Ryan mengatakan bahwa perbatasan terbuka di Uni Eropa mungkin perlu ditutup lagi untuk "menghilangkan amarah masyarakat atas fase pandemi virus corona".

“Tidak diragukan lagi bahwa kawasan Eropa adalah episentrum penyakit saat ini”, kata Kepala Situasi Darurat WHO Dr. Michael Ryan .

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pemerintah Eropa harus menerapkan aturan lebih ketat untuk menghentikan COVID-19.

Sumber: merdeka.com

 

#demo ricu