Senin, 26 Oktober 2020 20:32

Bambang Widjojanto Puji Program Penanganan Korupsi Pasangan Adnan-Kio

Redaksi
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bambang Widjojanto Puji Program Penanganan Korupsi Pasangan Adnan-Kio

Bambang Widjojanto berharap apa yang dipaparkan pasangan Adnan-Kio bisa bisa dijalankan dengan baik

MAKASSAR - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto menyambut baik sejumlah Program calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan - H. Abd Rauf Malaganni Kr Kio (Adnan-Kio) khususnya dalam penanganan dan pencegahan Tindakan Pidana Korupsi di Kabupaten Gowa.

"Ada banyak hal menarik yang disampaikan. Dan itu bisa membuat harapan baru sebenarnya," kata Bambang Widjojanto usai menjadi panelis pada Pemaparan Visi Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa di Hotel Claro Makassar, Senin (26/10).

Olehnya itu, Bambang Widjojanto yang juga pendiri Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) ini berharap apa yang dipaparkan pasangan Adnan-Kio bisa bisa dijalankan dengan baik.

Baca Juga : 

"Yang jauh lebih penting nanti apakah pernyataan-pernyataan ini bisa dieksekusi di lapangan dan bermanfaat bagi kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. Ada beberapa yang perlu dilengkapilah visi misi itu. Tapi itu bukan sesuatu yang secara fundamental bermasalah. Itu bisa dilengkapi dalam proses," tandasnya.

Sebelumnya saat sesi tanya jawab kepada pasangan AdnanKio, Bambang Widjojanto mempertanyakan sejumlah langkah yang akan dilakukan pasangan AdnanKio dalam pencegahan tindak pidana korupsi di Kabupaten Gowa, terutama dalam penerimaan daerah.

Bambang Widjojanto menyebutkan bahwa salah satu episentrum terjadinya korupsi bukan hanya pada pengadaan barang dan jasa, akan tetapi episentrum korupsi juga terjadi di sektor penerimaan daerah.

 

Sementara menanggapi hal tersebut, Adnan mengatakan bahwa dalam upaya pencegahan korupsi terutama di sektor penerimaan, selama ini Pemerintah Kabupaten Gowa sudah bekerja sama dengan Koordinator unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK.

Adnan menyebutkan ada sembilan area intervensi yang dikerjakansamakan dengan Korsupgah KPK. Diantaranya penerimaan pendapatan asli daerah, PTSP dalam rangka pengurusan izin, kapabilitas Aparatur Penegakan Internal Pemerintah (APIP), manajemen ASN, Optimalisasi PAD dan manajemen aset.

"Ini merupakan salah satu cara kita melakukan mitigasi dalam rangka pencegahan korupsi dalam rangka penerimaan pendapatan asli daerah," ujar Adnan.

Selain itu, Adnan menambahkan sistem penerimaan daerah juga sudah dilakukan secara online, terutama pada restorant dan rumah makan. Restoran dan rumah makan ini kata Adnan sudah menggunakan alat Mobile Payment Online System (MPOS).

"Jadi begitu masuk pendapatan, langsung keluar 10 persen dari pendapatan tersebut itu langsung masuk PAD kami dan ke rekening kami. Dan kami bisa mengecek secara real time berkaitan dengan penerimaan pendapatan asli daerah ini," tandasnya.

#Pilkada Gowa 2020