Sabtu, 19 September 2020 18:00

Akademisi: Pemimpin Perempuan Lebih Peka Lihat Kebutuhan Dasar Perempuan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dr. Sakka Pati.
Dr. Sakka Pati.

"Jika melihat perempuan yang maju bertarung, maka sangat positif. Ada perempuan yang diberi kesempatan dan diberikan ruang untuk berpolitik. Inilah yang dimaksud kesetaraan gender dan kesetaraan hak politik."

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Majunya beberapa perempuan yang menjadi kontestan di pilkada serentak 2020, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Termasuk dari kalangan akademisi dan penggiat hak-hak perempuan.

Di Sulsel misalnya, ada tujuh perempuan yang tercatat sebagai kandidat, baik di posisi calon bupati, maupun calon wakil bupati, dan calon wakil wali kota. Seperti di Makassar, ada Fatmawati Rusdi yang maju mendampingi Mohammad Ramdhan Pomanto.

Kapuslitbang Konflik, Demokrasi, Hukum, dan Humaniora LPPM Universitas Hasanuddin, Dr. Sakka Pati, menuturkan munculnya perempuan dalam kontestasi politik, dinilai sangat positif.

Baca Juga : 

"Jika melihat perempuan yang maju bertarung, maka sangat positif. Ada perempuan yang diberi kesempatan dan diberikan ruang untuk berpolitik. Inilah yang dimaksud kesetaraan gender dan kesetaraan hak politik," kata Sakka Pati saat dimintai analisisnya, Sabtu (19/9/2020).

Kehadiran figur perempuan dalam struktur pemerintahan, katanya, memang sangat dibutuhkan. Sebab, lanjut Sakka Pati, sosok perempuan punya kemampuan-kemampuan spesial.

"Perempuan lebih peka dan sensitif melihat kebutuhan-kebutuhan mendasar perempuan," tambahnya.

Khusus di Pilwalkot Makassar 2020, kata Sakka Pati, sosok perempuan diyakini bisa diterima oleh masyarakat. Sebab, pemikiran sebagian besar warga Makassar sudah sangat terbuka.

"Ini memberikan gambaran bahwa demokrasi kita sudah terbuka. Khusus di Pilwalkot Makassar, ini sudah sangat terbuka dengan memberikan kesempatan untuk perempuan berkiprah. Makassar ini adalah kota majemuk. Jadi saya kira ketika perempuan mendapatkan kesempatan untuk berkiprah di Makassar, kenapa tidak," bebernya.

Sekadar diketahui, di Makassar hanya satu perempuan yang tercatat sebagai kontestan. Hal ini berpotensi mencatat sejarah. Mengingat, semenjak ada pemilihan langsung, belum ada figur perempuan terpilih sebagai wali kota maupun wakil wali kota.

Karena itu, momentum pilkada kali ini, banyak yang menaruh harapan, agar para perempuan bisa bersatu mengantarkan pasangan yang representatif perempuan. Apalagi, beberapa kota dan daerah di Indonesia, mengalami kemajuan di tangan pemimpin perempuan.

#sakka pati #Pilwalkot Makassar 2020 #Pilkada Serentak 2020