Kamis, 27 Agustus 2020 16:04

Pegawai Butik Didenda dan Tak Dapat Jatah Makan Malam karena Ketahuan Kegemukan

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi
Ilustrasi

Mereka juga harus bekerja selama lebih dari 12 jam sehari dengan hanya 10-20 menit sebagai waktu istirahat untuk makan. Jika karyawan mengambil shift ekstra atau bekerja lembur, mereka tidak akan diberi kompensasi.

RAKYATKU.COM - Sebuah toko ritel fesyen Singapura yang dikenal sebagai Southhaven dituduh menghukum karyawan mereka dengan tindakan yang cukup ekstrem.

Seorang mantan karyawan bernama Lin mengaku harus melakukan 200 hingga 300 squat setelah gagal memenuhi target penjualan untuk Tahun Baru Imlek baru-baru ini.

Mantan karyawan lain bernama Liu juga mengaku dipaksa melakukan squat antara Mei hingga September 2019.

Baca Juga : 

Selain gagal mencapai target penjualan, hukuman juga diberikan kepada karyawan yang ketahuan memiliki kelebihan berat badan yang telah ditentukan.

Mereka juga tidak akan mendapat jatah makan malam jika memiliki berat badan yang tidak sesuai dengan aturan perusahaan.

Lebih parah lagi, para karyawan yang semuanya wanita berusia antara 20-27 tahun dipaksa untuk menimbang badan mereka sendiri. Mereka kemudian harus mengunggahnya ke dalam grup chat yang dikenal sebagai 'Fat Club'.

Jika berat badan mereka bertambah, mereka akan dipaksa untuk membayar denda atau bekerja di gudang perusahaan, bukan di toko.

Beberapa tuduhan lain juga muncul di Facebook. Mereka akan dihukum jika memakai parfum atau lipstik yang terlalu sedikit.

Mereka juga harus bekerja selama lebih dari 12 jam sehari dengan hanya 10-20 menit sebagai waktu istirahat untuk makan.

Jika karyawan mengambil shift ekstra atau bekerja lembur, mereka tidak akan diberi kompensasi.

Seorang karyawan asal Malaysia berusia 20 tahun mengatakan dia hanya mampu bertahan selama enam bulan.

" Saya selalu khawatir akan didenda. Saya harus memenuhi target penjualan setiap minggu. Jika tidak, semua karyawan akan dipaksa melakukan 200 squat. Saya sering putus asa dan menangis," katanya dikutip dari dream.co.id.

Namun, seorang jurubicara Southhaven membantah semua tuduhan tersebut. Menurutnya, semua hukuman tersebut adalah inisiatif yang dibuat oleh para karyawan sendiri.

" Semua hal di atas tidak wajib dan jika karyawan tidak berpartisipasi, itu tidak akan memengaruhi kinerja mereka," katanya.

Saat menjawab pertanyaan tentang denda berupa 300 squat, dia menyatakan bahwa itu dirancang sendiri oleh karyawan jika gagal mencapai target.

Sementara untuk grup chat, dia mengatakan itu dibuat untuk memotivasi pekerja agar menjaga kesehatan dan mempraktikkan kehidupan sehat.

#Unik #aneh