Kamis, 20 Agustus 2020 23:59

Pergi Temui Kekasih, Mama Muda Pulang Tak Bernyawa dengan Kondisi Kulit Kepala Tercabut

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: dailystar.co.uk
Foto: dailystar.co.uk

Menurut penyidik setempat, sebagian kulit kepala dan seluruh giginya telah tercabut secara paksa.

 

RAKYATKU.COM - Wanita berusia 23 tahun, Lizbeth Flores, ditemukan tewas dengan kondisi yang mengerikan. Sebagian kulit kepala dan seluruh giginya tercabut secara paksa.

Ia ditemukan tewas setelah satu hari dilaporkan hilang oleh sang ibu, Maria Rubio. Sang ibu mengatakan bahwa Lizbeth pergi ke Meksiko untuk mengujungi kekasihnya.

Baca Juga : 

Rubio terakhir kali melakukan kontak dengan Lizbeth pada 9 Agustus lalu. Hari itu, ia pergi ke perbatasan Meksiko dan dijadwalkan kembalil kerumahnya di Texas, Amerika Serikat, pada malam hari.

Namun, hingga tanggal 10 Agustus, Lizbeth tak juga terdengar kabarnya. Sang ibu yang merasa cemas pun melaporkan hilangnya ibu dua anak tersebut ke Departemen Kepolisian di Brownsville, Texas.

Sehari berselang, tepatnya pada 11 Agustus, Lizbeth ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Mayatnya penuh dengan tanda penyiksaan di sekujur tubuhnya dikutip dari dailystar.co.uk.

Menurut penyidik setempat, sebagian kulit kepala dan seluruh giginya telah tercabut secara paksa.

Tubuhnya dipenuhi memar. Dan ditemukan sebuah batu di tempat kejadian yang diduga menjadi alat untuk memukul Lizbeth.

Rubio mengatakan bahwa ia dihantui oleh rasa sakit yang harus dialami putrinya. Dan berharap jenazahnya segera dipulangkan.

“Kehilangan seorang anak membuatmu hatimu begitu terkoyak. Saya merasa sangat sedih atas apa yang mereka lakukan terhadap putri saya. Bagaimana mereka meninggalkan tubuhnya seperti itu adalah hal yang paling menyakitkan,” ungkap Rubio.

Sang ibu yang merasa putus asa itu pun mencari bantuan dari pejabat AS dan Meksiko. Dalam upaya membawa kembali jenazah putrinya kembali ke Meksiko. FBI pun masih terus melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap warga AS.

#viral #pembunuhan