Senin, 17 Agustus 2020 14:02

Malaysia Temukan Mutasi Covid-19, Lebih Menular 10 Kali Lipat

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Mutasi ini ditemukan Institut Penelitian Medis Malaysia dari empat kasus di antara dua kelompok atau klaster Covid-19 di Malaysia.

RAKYATKU.COM - Covid-19 ditemukan telah bermutasi dari jenis yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok. Mutasi D614G disebut paling menular di antara seluruh mutasi yang ditemukan.

Otoritas kesehatan Malaysia melaporkan, mutasi tersebut terdeteksi di Malaysia, hal ini diumumkan pada Minggu (16/8/2020).

Mutasi ini ditemukan Institut Penelitian Medis Malaysia dari empat kasus di antara dua kelompok atau klaster Covid-19 di Malaysia.

Baca Juga : Dokter Penemu COVID-19 Varian Omicron: Gejalanya Ringan, Bisa Dirawat di Rumah

"Kelompok Sivagangga dan kelompok Ulu Tiram," kata Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah dalam pada hari Minggu, dikutip dari The Straits Times.

Menurut Datuk Dr Hisham, dengan ditemukannya mutasi virus Corona yang paling menular tersebut berarti masyarakat harus lebih berhati-hati. Terlebih dalam menjalani protokol kesehatan seperti jaga jarak dan mewajibkan penggunaan masker.

 

"Ini ditemukan 10 kali lebih menular dan mudah disebarkan oleh 'super-spreader' individu," kata Dr Hisham berbicara soal jenis mutasi corona.

Baca Juga : Virus Corona Varian Baru Muncul di Rusia, Lebih Menular Dibanding Delta

Dia mengatakan tes lanjutan akan dilakukan pada kasus dan klaster lain. Dia menjelaskan bahwa mutasi D614G ditemukan oleh para ilmuwan pada Juli 2020 dan dapat membuat pengembangan vaksin menjadi tidak efektif terhadap jenis baru.

Sponsored by MGID

Meski begitu, dia mencatat bahwa tindakan cepat oleh otoritas kesehatan masyarakat Malaysia telah dilakukan. Tindakan cepat terus dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona dari kelompok yang terkena dampak.

Sponsored by advertnative
 
#Mutasi Covid-19 #malaysia #Covid-19