Selasa, 04 Agustus 2020 14:02

Hanya 10 Bulan Bertugas, Kapolda Sulsel Guntur Mas Laupe Ditarik Jadi Dosen

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Irjen Pol Mas Guntur Laupe
Irjen Pol Mas Guntur Laupe

Mas Guntur Laupe mendapat jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri.

RAKYATKU.COM - Hanya 10 bulan bertugas di kampung halaman, Irjen Pol Mas Guntur Laupe ditarik kembali. Posisinya diisi mantan Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Merdisyam.

Mas Guntur Laupe mendapat jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri. Sebelumnya, jabatan itu dipegang Irjen R Z Panca Putra akan menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara.

Widyaiswara di jajaran Polri semacam dosen. Ada tiga tingkatan widyaiswara. Mulai tingkat pertama, madya, hingga utama.

Baca Juga : 

Rotasi sejumlah kapolda itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2247/VIII/KEP./2020 dan ST/2248/VIII/KEP./2020 tertanggal 3 Agustus 2020.

Surat tersebut ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Sutrisno Yudi Hermawan atas nama Kapolri.

Irjen Pol Merdisyam sempat jadi perbincangan. Pada pertengahan Maret 2020 lalu, Merdisyam yang saat itu masih berpangkat Brigjen Pol sempat bikin heboh hingga muncul desakan agar dia dicopot.

Saat itu, jenderal yang berpengalaman di bidang intelijen ini menyebut, 49 TKA asal Negeri Tirai Bambu yang baru datang ke Sulawesi Tenggara di awal pandemi virus corona atau Covid-19 merupakan pekerja lama di pabrik smelter di Morosi, Kabupaten Konawe.

Belakangan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sultra Sofyan, menyebut bahwa TKA itu merupakan pekerja baru di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang baru masuk ke Indonesia dari negara episentrum penyebaran virus corona.

Sadar informasi disampaikannya keliru, Brigjen Pol Merdisyam kemudian meminta maaf.

"Permohonan maaf kepada rekan-rekan sekalian dari saya sebagai kapolda Sultra," kata Brigjen Pol Merdisyam dalam keterangan pers di Media Center Mapolda Sultra, Selasa (17/3/2020).

Terkait pernyataan itu, Brigjen Pol Merdisyam pun menjelaskan awalnya hanya menerima laporan dari pengelola Bandara Haluoleo, mengenai adanya 49 TKA yang baru tiba dari Jakarta.

Sambungnya, kemudian pihak pengelola Bandara Haluoleo menyampaikan kepada dirinya, kalau seluruh warga asing itu sudah mengantongi visa dan sertifikat kesehatan.

Hanya saja, kata Brigjen Merdisyam, pengelola Bandara Haluoleo tidak menjelaskan riwayat perjalanan puluhan warga asing itu sebelum bertolak dari Jakarta.

Berikut profil Irjen Pol Merdisyam

Nama lengkap: Irjen Pol Drs Merdisyam M Si
Lahir: Jakarta, 4 Mei 1968

Pendidikan:
* Akabri (1991)
* PTIK (1998)
* Sespim I (2009)
* Sespimti (2015)

Riwayat jabatan:
* Pamapta Polres Sukabumi Polda Jabar (1992)
* Kaurbinops Serse Polres Seukabumi (1993)
* Wakasat Serse Polres Sukabumi (1994)
* Kapolsek Cisaat Polres Sukabumi (1996)
* Danton Taruna Akpol (1997)
* Danki Taruna Akpol (1998)
* PTIK (1999)
* Paur Renmin Sesdit IPP Polda Metro Jaya (2001)
* Sespripim Kapolda Metro Jaya (2001)
* Kapolsek Metro Tambora Polda Metro Jaya (2003)
* Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (2004)
* Kanit Wassendak Dit Intel Polda Metrojaya (2004)
* Kanit Intelkrim Dit Intel Polda Metrojaya (2004)
* Kasubden Intel Den 88 Polda Metrojaya (2005)
* Wakapolres Bekasi Polda Metro Jaya (2006)
* Wakapolres Bandara Soetta Polda Metro Jaya (2007)
* Kasat E/Poa Dit Intelkam Polda Metro Jaya (2007)
* Pamen Polda Jabar (Sespim) (2009)
* Kabag Ops Polwil Cirebon Polda Jabar (2009)
* Kapolres Karawang Polda Jabar (2010)
* Wadir Intelkam Polda Jabar (2012)
* Wadir Intelkam Polda Metrojaya (2012)
* Dir Intelkam Polda Gorontalo (2013)
* Analis Kebijakan Madya Bidang Ekonomi Baintelkam Polri (Dalam Rangka Dik Sespimti 2015) (2015)
* Direktur Ditsosbud Baintelkam Polri (2018)
* Kapolda Sultra (2019)
* Kapolda Sulsel (2020)

#kapolda sulsel