RAKYATKU.COM, LUWU TIMUR – Video viral yang menampilkan dugaan pengisian BBM subsidi jenis solar dalam jumlah tidak wajar di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, mulai menemukan titik terang. Pertamina Patra Niaga" href="https://rakyatku.com/tag/pertamina-patra-niaga">Pertamina Patra Niaga memastikan telah melakukan verifikasi awal bersama aparat kepolisian setempat, namun membuka kemungkinan adanya ketidaksesuaian dalam transaksi tersebut.
Dari hasil penelusuran awal melalui data transaksi dan rekaman CCTV, nilai pengisian yang sempat disebut mencapai Rp5 juta ternyata berada di kisaran Rp500 ribu. Klarifikasi ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial.
Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menyatakan bahwa transaksi tersebut secara administratif tercatat normal. Namun, pihaknya tidak berhenti pada verifikasi awal.
Baca Juga : DPRD Makassar Ingatkan Prioritas Pendidikan di Tengah Kenaikan Anggaran MHM
“Pengecekan awal menunjukkan nilai transaksi sekitar Rp500 ribuan, bukan seperti yang beredar. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan kewajaran pengisian,” ujarnya.
Yang menjadi perhatian, kata dia, adalah adanya indikasi ketidaksesuaian antara nilai transaksi dengan kapasitas tangki kendaraan yang terlihat dalam video. Secara teknis, kapasitas tangki kendaraan tersebut diperkirakan maksimal sekitar 55 liter, sehingga memunculkan pertanyaan terkait volume pengisian yang sebenarnya.
Temuan ini mendorong Pertamina untuk meningkatkan status penanganan menjadi investigasi lanjutan terhadap operasional SPBU dimaksud.
Baca Juga : Pegadaian Beri Beasiswa untuk Siswa Berprestasi di Maros, Dorong Generasi Muda Tetap Sekolah
“Jika dalam proses ini ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi, tentu akan ada sanksi tegas sesuai aturan,” tegas Yoga.
Di sisi lain, Lilik Hardiyanto menekankan bahwa laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan distribusi energi, khususnya BBM subsidi yang rentan disalahgunakan.
“Kami mengapresiasi laporan masyarakat. Setiap informasi akan kami verifikasi secara menyeluruh untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran,” ujarnya.
Baca Juga : Bea Cukai Sulbagsel Bongkar 43 Juta Rokok Ilegal dan Ribuan Liter Miras Dimusnahkan
Kasus ini kembali menyoroti tantangan pengawasan distribusi BBM subsidi di lapangan, terutama dalam memastikan kesesuaian antara volume pengisian, jenis kendaraan, dan peruntukannya. Meski sistem digitalisasi telah diterapkan, pengawasan langsung dan partisipasi publik tetap menjadi faktor kunci.
Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal. Namun, penguatan pengawasan akan terus dilakukan, termasuk melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukan serta melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan melalui saluran resmi, termasuk layanan 135.
Baca Juga : MHM Jadi Catatan Pansus LKPJ, DPRD Dorong Tata Kelola Anggaran Lebih Efisien
Kasus di Luwu Timur ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas distribusi energi masih menjadi pekerjaan rumah bersama, di tengah tingginya kebutuhan dan sensitivitas BBM subsidi di masyarakat.
