RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Kesadaran masyarakat Sulawesi Selatan dalam berinvestasi dan mengelola keuangan masa depan menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat tingkat partisipasi masyarakat di pasar modal daerah terus mengukir rekor baru hingga pertengahan tahun 2026.
Berdasarkan data resmi OJK Sulselbar per Juni 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) atau nomor identitas tunggal investor di Sulawesi Selatan telah menembus angka fantastis, yakni sebanyak 766.125 investor. Capaian ini mencatatkan pertumbuhan eksponensial sebesar 79,28% secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lonjakan tajam jumlah investor ini menjadi indikator kuat bahwa program literasi dan inklusi keuangan yang digencarkan secara masif di daerah mulai membuahkan hasil nyata. Masyarakat tidak lagi sekadar menempatkan dana mereka pada instrumen perbankan konvensional seperti tabungan dan deposito, tetapi sudah makin berani mengeksplorasi berbagai instrumen investasi modern di pasar modal yang menawarkan imbal hasil lebih optimal.
Baca Juga : Edukasi Keuangan Masif dan Perlindungan Konsumen: OJK Sulselbar Tangani 5,1 Ribu Aduan hingga Juli 2026
Reksa Dana Jadi Primadona Utama Masyarakat Sulsel
Dari berbagai pilihan instrumen investasi yang tersedia di pasar modal, Reksa Dana melesat sebagai pilihan utama dan paling populer bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Karakteristik Reksa Dana yang memiliki fleksibilitas tinggi, modal awal terjangkau, serta dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi menjadi daya tarik utama, terutama bagi investor pemula dan kelompok milenial serta Gen Z.
OJK mencatat bahwa portofolio Reksa Dana memberikan kontribusi terbesar terhadap total pertumbuhan investor di wilayah ini. Per Juni 2026, jumlah investor Reksa Dana di Sulsel meledak hingga 81,35% (yoy) dengan total mencapai 536.779 SID. Angka ini mendominasi sebagian besar porsi total investor pasar modal di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Pendapatan Premi Asuransi di Sulsel Melonjak 30 Persen, Penjaminan Tembus Rp1 Triliun
Mudahnya akses pembelian produk Reksa Dana melalui aplikasi finansial berbasis ponsel pintar (financial technology) turut mempercepat penetrasi instrumen ini hingga ke pelosok daerah di Sulawesi Selatan, melampaui batasan geografis yang selama ini menjadi kendala akses keuangan.
Pertumbuhan Konsisten di Sektor Saham dan SBN
Selain instrumen Reksa Dana, ketertarikan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap perdagangan instrumen pasar saham juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dan membesarkan hati. Investor yang terjun langsung ke pasar saham mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 44,66% (yoy).
Baca Juga : Pinjol Legal dan Pergadaian Melonjak, Pembiayaan Non-Bank di Sulsel Tumbuh Pesat Per Mei 2026
Hingga akhir Juni 2026, total kepemilikan akun investor saham di Sulsel telah resmi menyentuh angka 47.444 SID. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai analisis fundamental, potensi capital gain, hingga pembagian dividen perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) makin matang dan tidak lagi dipandang sebagai spekulasi semata.
Sementara itu, instrumen investasi yang berbasis obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan oleh pemerintah juga tidak kalah diminati. Karakteristik SBN yang menawarkan keamanan tingkat tinggi dengan risiko amat rendah menjadi pilihan favorit bagi investor yang cenderung moderat dan konservatif.
Jumlah investor SBN di Sulawesi Selatan tercatat tumbuh pesat sebesar 24,30% (yoy) mencapai total 42.378 SID per Juni 2026. Tingginya minat pada SBN ini membuktikan bahwa masyarakat Sulsel makin aktif berpartisipasi dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional secara langsung melalui instrumen Surat Utang Negara maupun Sukuk Ritel.
Baca Juga : Kredit Perbankan Sulsel Tembus Rp176 Triliun di Juni 2026, Sektor Perdagangan Jadi Penopang Utama
Secara keseluruhan, pertumbuhan masif di seluruh lini instrumen pasar modal ini menandai babak baru bagi lanskap perekonomian di Sulawesi Selatan. Masyarakat tidak hanya bertindak sebagai konsumen, melainkan telah mengambil peran aktif sebagai investor yang memperkuat struktur ketahanan finansial pribadi sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia Timur.
