Minggu, 02 Agustus 2020 17:01

Gara-Gara Direktur Olahraga Ketiduran, PSG Gagal Datangkan Bintang Bayern Munich

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Jerome Boateng dan Thomas Muller. (Foto: Getty Images)
Jerome Boateng dan Thomas Muller. (Foto: Getty Images)

Pada hari yang telah disepakati kedua pihak, Direktur Olahraga PSG saat itu, Antero Henrique, tidak hadir dalam pertemuan dengan alasan ketiduran.

RAKYATKU.COM - Bek tengah Bayern Munich, Jerome Boateng, sesungguhnya sudah sangat dekat bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada bursa transfer musim panas 2018. 

Namun, proses transfer itu batal karena alasan unik. Saat itu, PSG butuh tambahan bek tengah pada bursa transfer musim panas 2018 dan mereka menjadikan Boateng sebagai target utama.

Kedua klub sudah mencapai kata sepakat soal transfer Boateng, sebelum akhirnya berhenti tiba-tiba.

Awalnya, tidak ada yang tahu pasti alasan dihentikannya pembicaraan transfer Boateng saat itu.

Nah, baru-baru ini muncul sebuah laporan Sport Bild yang menjelaskan kronologi di balik batalnya kesepakatan transfer itu.

Media Jerman itu melaporkan, Direktur Olahraga Die Bayern, Hasan Salihamidzic dan Direktur Olahraga PSG saat itu, Antero Henrique, dijadwalkan bertemu pada Agustus 2018 untuk membahas lebih lanjut mengenai transfer Boateng.

Kedua pihak telah sepakat untuk mengadakan pertemuan secara langsung. Sayang, pada hari yang telah disepakati kedua pihak, Henrique tidak hadir dalam pertemuan dengan alasan ketiduran.

Batalnya pertemuan ini membuat Bayern Munich langsung menaikkan nilai transfer Boateng hingga 50 juta euro atau sekitar Rp863 miliar, yang pada akhirnya tak disanggupi PSG.

Kemudian, Les Parisiens memutuskan menghentikan pembicaraan transfer dan Boateng memilih bertahan bersama Bayern Munich.

#Jerome Boateng #Bayern Munich #Paris Saint-Germain