RAKYATKU.COM, GOWA - Penceramah kondang, Ustaz Muh Nur Maulana memuji sejumlah program keagamaan Pemerintah Kabupaten Gowa. Salah satunya, pencanangan fasih membaca Alquran sebagai standar untuk bekerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim.
Da'i asal Sulawesi Selatan ini menyebutkan program tersebut sangat luar biasa. Menurutnya, Alquran juga menjadi rujukan baik tidaknya manusia.
Dirinya menjelaskan, ada empat cara membaca Alquran. Yaitu membaca dengan tulisannya, memahami isi kandungannya, mengamalkan isi kandungannya dan mencintai Alquran.
"Saya kira inilah yang mendasari bapak bupati kita menjadikan Alquran sebagai rujukan untuk standar untuk jajarannya," kata Ustaz Nur Maulana pada Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah Pemerintah Kabupaten Gowa, pada Jum'at (19/6/2020).
Ustaz Maulana mengatakan, saat ini di tengah pandemi Covid-19 kita tidak boleh berpangaku tangan. Ia berharap ASN Pemkab Gowa untuk tetap bekerja ikhlas dan profesional untuk masyarakat Kabupaten Gowa.
"New Normal ini tantangan dalam bekerja, bagaimana kita berdampingan dengan Covid-19. Kita kehidupan kita harus terus berjalan, kita tidak boleh tinggal diam. Tapi kita harus tetap bekerja, ini jihad menjalankan kewajiban," ujarnya.
Walaupun demikian, dirinya tetap meminta agar dalam bekerja untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan mengikuti arahan Pemerintah Kabupaten Gowa seperti memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.
"Kita tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain," harapnya.
Sementara itu, diketahui sebelumnya Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan telah menjadi kewajiban fasih membaca Al Qur'an sebagai persyaratan utama bagi ASN Pemerintah Kabupaten Gowa yang akan mengikuti promosi jabatan.