Rabu, 13 Mei 2020 14:03

Petugas Kereta Api Ini Meninggal Beberapa Hari Usai Diludahi Warga yang Mengaku Terinfeksi Covid-19

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Seorang pekerja stasiun kereta api di Inggris meninggal karena Covid-19. Sebelumnya, dia diludahi seseorang yang batuk-batuk dan mengaku terinfeksi virus corona.

RAKYATKU.COM - Seorang pekerja stasiun kereta api di Inggris meninggal karena Covid-19. Sebelumnya, dia diludahi seseorang yang batuk-batuk dan mengaku terinfeksi virus corona.

Serikat transportasi TSSA mengatakan, Belly Mujinga (47) tertular virus setelah diserang di stasiun Victoria di London pada 22 Maret 2020.

"Mereka keluar di ruang tunggu ketika mereka diserang seorang warga yang meludahi mereka," kata serikat pekerja dalam sebuah pernyataan.

"Pria itu terbatuk-batuk atas mereka dan memberi tahu mereka bahwa dia terkena virus," lanjutnya.

Beberapa hari kemudian, dokter Mujinga meminta dia diberikan cuti sakit karena menderita masalah pernapasan.

 

Dia kemudian istirahat dari pekerjaan. Namun, kondisinya bertambah parah. Pada 2 April dibawa ke rumah sakit dan memakai ventilator.

Mujinga meninggal tiga hari kemudian. Dia meninggalkan suami dan seorang putrinya yang berusia 11 tahun.

Serikat pekerja mengatakan telah melaporkan kasus ini ke pengawas keselamatan industri kereta api untuk diselidiki dan juga mengambil tindakan hukum.

Polisi Transportasi Inggris juga sedang menyelidiki insiden itu

Sekretaris Jenderal TSSA Manuel Cortes mengatakan Mujinga adalah salah satu dari terlalu banyak pekerja garis depan yang telah kehilangan nyawa mereka karena virus corona.

Dia menyerukan kepada keluarga semua pekerja tersebut yang telah meninggal karena Covid-19 untuk menerima kompensasi dari pemerintah, yang sejauh ini hanya dijanjikan kepada para korban layanan kesehatan.