RAKYATKU.COM - Setiap orang memberi respons berbeda terhadap virus corona. Dua tokoh ini bisa jadi contoh. Mantan Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi dan Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Prof Idrus hanya menjalani perawatan 10 hari di rumah sakit sudah dinyatakan sembuh. Dia pertama kali dinyatakan positif pada Selasa (25/3/2020).
Sehari sebelumnya, Prof Idrus yang juga komisaris PT Semen Tonasa menyumbang APD untuk tenaga medis. Setelah menyerahkan sumbangan, dia iseng-iseng tes Covid-19.
Saat itu, dia tidak merasakan gejala apa-apa. Dia hanya ingin memastikan apakah tertular virus atau tidak. Sebab, sebagai tokoh publik, dia banyak berinteraksi dengan orang-orang.
"Setelah saya memeriksakan diri, keesokan harinya Prof Nasrun menyampaikan bahwa saya positif," kata dokter ahli tulang yang selalu hadir di hampir setiap bencana itu.
Sejak saat itu, Prof Idrus menjalani isolasi di RS Unhas. Pada Jumat (3/4/2020), lewat video, Prof Idrus mengumumkan kesembuhannya. Artinya, dia negatif corona hanya dalam waktu 10 hari.
"Alhamdulillah saya telah memeriksakan PCR swab saya dan dua kali berturut-turut sudah negatif. Oleh dokter yang merawat saya dr Arif PhD telah menyatakan saya telah bebas dari virus Covid-19," kata Prof Idrus.
Olehnya itu, dia meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah seperti jaga jarak dan rajin cuci tangan.
"Nah, pentingnya imbauan pemerintah bahwa jaga jarak, cuci tangan dan lain-lain saya kira itu adalah yang patut dan harus kita lakukan," imbaunya.
Berbeda dengan Prof Idrus, Wali Kota Bogor, Bima Arya masih menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor. Pada Minggu (5/4/2020), Bima mengaku sudah hari ke-17 di rumah sakit.
"Alhamdulillah karena kuasa Allah subhanahu wata'ala kondisi semakin membaik. Ketika masuk ke rumah sakit, yang dirasakan adalah tidak nyaman di tenggorokan, agak batuk-batuk, kemudian lemas, mual, dan tidak nafsu makan," kata Bima lewat video yang diunggah di akun Instagramnya, Minggu (5/4/2020).
"Ini adalah ujian bagi kemanusiaan kita semua. Kebersamaan kita menentukan keberhasilan kita mengatasi ujian ini," lanjut dia.
Bima mengungkapkan, banyak orang yang membutuhkan bantuan karena wabah Covid-19 ini. Dia ingin semua orang saling membantu dan tidak saling menyalahkan.
"Yang paling utama, ini adalah ujian keimanan bagi semua, Covid-19 juga ada penciptanya. Ini ujian bagi kita untuk bisa menangkap pesan dari Tuhan Yang Maha Kuasa," tambah Bima.
