Minggu, 05 April 2020 17:33

Terancam Digugat Luhut, Said Didu Sibuk Kirim Bunga Anggrek untuk Beri Pekerjaan Ojol

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Terancam Digugat Luhut, Said Didu Sibuk Kirim Bunga Anggrek untuk Beri Pekerjaan Ojol

Terancam digugat Luhut Binsar Pandjaitan, Said Didu terlihat santai. Setidaknya dilihat dari aktivitasnya di media sosial.

RAKYATKU.COM - Terancam digugat Luhut Binsar Pandjaitan, Said Didu terlihat santai. Setidaknya dilihat dari aktivitasnya di media sosial.

Hari ini, Minggu (5/4/2020), pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan itu mengirim sejumlah paket bunga anggrek merah jambu.

"Kirim bunga Anggrek ke taman2 agar ojol dpt pekerjaan," cuit Said Didu sebagai keterangan foto-foto dirinya bersama pengemudi ojek online (ojol).

Said Didu tampak mengenakan kaus hitam dan celana pendek. Dia mengangkat bunga-bunga itu dari dalam rumah. Dikemas dalam kantong kresek putih.

Ada tiga pengemudi ojol yang menjemput bunga-bunga itu. "Lagi berikan kerjaan ojol dg mengirim bunga ke teman2," cuit Said Didu pada postingan kedua.

Tak hanya bunga, Said Didu juga mengambil sepiring pisang goreng dari dalam rumah. Dia mempersilakan para pengemudi ojol tersebut mencicipinya.

Sebelumnya, pihak Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menuntut Said Didu minta maaf kepadanya. 

Jika tidak, pihak Luhut akan memidanakan Said Didu. Tuntutan dan ancaman pihak Luhut dilatarbelakangi komentar Said Didu mengenai penanganan virus Corona di Indonesia yang dimuat dalam kanal YouTube mantan sekretaris Kementerian BUMN itu.

"Bila dalam 2x24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata juru bicara Menko Luhut, Jodi Mahardi, Jumat (3/4/2020).

Video yang dipermasalahkan pihak Luhut adalah video yang diunggah di akun Said Didu, yakni bernama MSD, pada 27 Maret 2020. Video itu berjudul 'MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG'. Video itu berdurasi 22.44 menit.

Dalam video itu, Said Didu menyoroti persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) dan menghubungkannya dengan penanganan COVID-19. Said menilai pemerintah saat ini lebih mementingkan peninggalan monumental (legacy) berupa ibu kota baru di atas permasalahan lainnya.

Jodi Mahardi juga menyoroti Said yang mengatakan Luhut ngotot agar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak 'mengganggu' dana untuk pembangunan IKN baru, dan hal tersebut dapat menambah beban utang negara.

"Saya ingin tegaskan bahwa tudingan yang disampaikan oleh Saudara Said Didu mengenai dana pembangunan IKN tersebut tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tidak pernah terjadi Menko Luhut menekan Bu Sri Mulyani terkait dana pembangunan IKN dan kami mempersilakan siapa saja untuk membuktikannya," tepis Jodi.

Dia juga menyoroti perkataan Said yang dinilainya tendensius. Said menyebut Luhut hanya memikirkan 'uang, uang, dan uang'. Said berhadap Luhut ingat kembali pada Sapta Marga karena Luhut adalah purnawirawan TNI.

"Terlebih Saudara Said Didu ini membawa-bawa Sapta Marga, yang sangat dijunjung tinggi Menko Luhut hingga kini sebagai seorang purnawirawan jenderal. Tudingan tersebut sungguh menyedihkan dan sangat kami sayangkan bisa sampai keluar dari seorang terdidik seperti Saudara Said Didu," kata Jodi.