RAKYATKU.COM - Bernadette Albertine Francisca seorang dokter langka. Dia satu di antara sedikit ahli bedah kepala dan leher di Makassar.
Wabah Covid-19 yang menghentikannya. Dia menjadi dokter ke-15 di Indonesia sejauh ini yang meninggal dunia. Hingga meninggal, Bernadette masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Dokter dan tenaga medis lainnya memang rentan. Mereka berada di garis terdepan "pepernagan" melawan pandemi corona.
Namun, yang memiriskan adalah foto yang kini beredar di media sosial. Tampak Bernadette hanya mengenakan jas hujan plastik. Yang amat tipis itu. Warna biru.
Masker yang dikenakan pun jauh dari standar. Hanya masker biasa. Harganya seribuan sebelum wabah Covid-19.
Sebagai orang yang bertugas di garis terdepan, alat pelindung diri (APD) seperti itu sangat memprihatinkan. Ke mana anggaran negara hingga tidak mampu mengadakan APD yang standar?
Humas PB Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Halik Malik memastikan orang yang mengenakan jas hujan itu benar dr Bernadette. Dia menduga saat sedang berada di RS Bhayangkara, Makassar.
Halik mengatakan dr Bernadette tidak menangani secara langsung pasien yang terjangkit virus corona. Ada dugaan Bernadette terpapar pada saat melayani pasien di tempatnya praktik.
"Info yang ada tidak menangani secara langsung pasien positif atau PDP Covid-19. Diduga terpapar ketika melayani pasien di tempat praktik," ujarnya.
Halik mengungkapkan dr Bernadette melakukan praktik di dua rumah sakit di daerah Makassar, yakni RS Awal Bros dan RS Bhayangkara.
