Sabtu, 04 April 2020 17:30

11 Ribu Orang Tewas dari 117.000 Kasus di Spanyol, Penduduk Kota Wisata Ini Kebal Covid-19?

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kota Zahara de la Sierra di Spanyol yang masih aman dari corona.
Kota Zahara de la Sierra di Spanyol yang masih aman dari corona.

Sebuah kota di tebing yang indah di Spanyol telah memisahkan diri dari dunia luar. otoritas setempat melindungi 1.400 penduduknya dari virus corona.

RAKYATKU.COM - Sebuah kota di tebing yang indah di Spanyol telah memisahkan diri dari dunia luar. otoritas setempat melindungi 1.400 penduduknya dari virus corona.

Sejak 14 Maret, hanya ada satu akses yang dibuka memasuki Zahara de la Sierra di selatan negara itu. Empat pintu lain menuju wilayah itu telah diblokir.

"Itu adalah keputusan yang kami tidak ragu untuk buat demi keselamatan. Dengan bantuan polisi dan petugas sipil, kami dapat mematuhinya," kata Wali Kota Zahara, Santiago Galván kepada Publico.

"Sebuah dewan yang luar biasa memungkinkan kami membuat keputusan untuk mengendalikan satu-satunya akses. Petugas polisi yang bergiliran sehingga hanya kendaraan yang memiliki prioritas mutlak yang tiba di Zahara," katanya.

Spanyol memerintahkan penutupan seluruh negeri pada 14 Maret.

Virus corona telah merusak Spanyol. Pada hari Jumat, virus telah menginfeksi lebih dari 117.000 orang Spanyol. Jumlah infeksi Spanyol adalah yang kedua setelah AS. Di Spanyol jumlah kematian akibat virus ini mendekati 11.000.

Namun, di Zahara tidak satu pun warga yang dinyatakan positif Covid-19.

"Sudah lebih dari dua pekan. Saya pikir itu pertanda baik," kata Galván kepada CNN.

Benteng abad pertengahan yang melindungi Zahara. Wilayah itu ditempuh satu jam dengan kendaraan dari Sevilla. Zahara adalah salah satu tujuan populer wisatawan dari seluruh dunia.

Pada hari-hari setelah 14 Maret, turis Prancis dan Jerman yang tidak mengetahui adanya kuncian muncul untuk berkunjung. Namun, mereka ditolak.

Sementara kendaraan milik penduduk didisinfeksi oleh relawan sebelum memasuki Zahara.