Sabtu, 04 April 2020 00:02

Data Positif Corona di Sulsel: Jubir Bilang 82, Kadis Kesehatan Pastikan Hanya 80

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
dr Ichsan Mustari
dr Ichsan Mustari

Ada perbedaan data yang disampaikan juru bicara pemerintah dengan kepala Dinas Kesehatan Sulsel. Selisih dua kasus positif Covid-19. Mana yang benar?

RAKYATKU.COM - Ada perbedaan data yang disampaikan juru bicara pemerintah dengan kepala Dinas Kesehatan Sulsel. Selisih dua kasus positif Covid-19. Mana yang benar?

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut bertambah 16 pada Jumat (3/4/2020). Sehingga totalnya menjadi 82 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Namun, pada Jumat malam, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Ichsan Mustari mengeluarkan data berbeda. Dia bilang, hanya bertambah 14 orang. Totalnya 80 kasus positif.

Dalam konferensi video itu, Ichsan yang termasuk di antara positif Covid-19, menjelaskan sumber perbedaan datanya.

Pemprov Sulsel, kata dia, telah mengecek ulang data positif corona yang disampaikan dua laboratorium di Sulsel. Keduanya yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar dan Laboratorium Unhas.

Sesuai prosedur, kedua laboratorium itu melaporkan hasil temuannya ke Kementerian Kesehatan. Juga ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Sulsel atau Tim Gugus Tugas Covid-19.

Nah, di antara 16 positif corona yang masuk, ternyata ada dua warga asal luar Sulawesi Selatan. Satu dari Sulawesi Tenggara. Satu lagi dari Sulawesi Barat. 

BBLK Makassar tidak hanya mengecek spesimen corona di Sulsel, tapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia Timur. Kementerian Kesehatan hanya melihat bahwa data itu berasal dari laboratorium di Makassar.

Kemudian, dari 80 kasus positif corona tersebut, 70 orang di antaranya masih dirawat. Empat sudah sembuh dan enam meninggal dunia.

Sementara yang berstatus PDP hingga hari ini berjumlah 172 orang. Sebanyak 150 di antaranya masih dirawat, 12 sehat, dan 10 meninggal dunia.

Sementara itu 1.725 orang di Sulsel masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Masih ada 1592 yang terus dipantau. Sedangkan yang sudah selesai baru 133 orang.