RAKYATKU.COM - Pola reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar berubah. Kali ini dimanfaatkan membantu masyarakat dalam pencegahan dan penanganan dampak Covid-19.
Hal ini disepakati dalam rapat terbatas pimpinan DPRD dan para ketua komisi dan fraksi, serta sekwan dan jajarannya, Rabu (1/4/2020).
"Intinya kerja kita sebagai dewan untuk reses. Tetapi kita jalankan dengan bentuk sesuai dengan anjuran pemerintah untuk social distancing. Alternatif kami bagi sembako sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama dengan adanya virus corona yang membuat ekonomi masyarakat jadi terganggu. Itu salah satu agenda yang penting kita mau laksanakan dalam waktu dekat," ungkap Andi Suhada, wakil ketua DPRD Makassar.
Wakil Ketua DPRD Makassar lainnya, Adi Rasyid Ali (ARA) meminta pemerintah kota untuk melibatkan 50 anggota DPRD dalam penanganan Covid-19.
"Dalam waktu dekat kami akan mengundang Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan instansi terkait, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana, untuk membahas pergeseran dan pemanfaatan biaya tak terduga," ungkap ARA.
Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengatakan tidak ada lagi kegiatan berkumpul. Tidak ada sewa tempat. Juga tidak ada sewa tenda kursi.
"Kita hanya menggunakan anggaran makan minum yang dijadikan sembako, anggaran transportasi peserta diganti dalam bentuk barang, misalnya masker, hand sanitizer dan kebutuhan lainnya. Jadi tetap memberlakukan physical distancing,” kata Rudianto Lallo.
