Rabu, 01 April 2020 23:52

Demam Pulang dari Rantau, Dua Warga Barru Masuk Kategori ODP

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Barru, dr Amis Rivai
Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Barru, dr Amis Rivai

Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Barru, dr Amis Rivai menyampaikan, ada dua orang tambahan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

RAKYATKU.COM,BARRU - Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Barru, dr Amis Rivai menyampaikan, ada dua orang tambahan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Tambahan dua ODP. Jumlah sebelumnya 26 orang sekarang menjadi 28 orang. PDP masih sama satu orang dan positif belum ada," ujar dr Amis dalam konferensi persnya, Rabu (1/4/2020).

Dua orang tambahan ODP itu berada di wilayah Kecamatan Balusu dan Mallusetasi. Keduanya sudah di-screening dan diminta melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

"Yang di Balusu itu baru saja pulang dari daerah transmisi lokal Covid-19, yaitu Makassar. Setelah diperiksa batuk dan demam," ujarnya.

"Sementara yang di Mallusetasi baru pulang merantau dari Malaysia. Dia juga demam. Suhu tubuhnya di atas 38 derajat. Keduanya kita kasih obat penurun demam dan diminta melakukan isolasi mandiri di rumah," ungkapnya.

Dengan penambahan dua ODP itu, warga diimbau tidak panik. Namun tetap waspada dengan wabah Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

Bupati Barru, Suardi Saleh meminta kepada semua elemen masyarakat untuk tidak mengucilkan jika ada warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Menurutnya, langkah jajarannya melakukan pemantauan terhadap beberapa warga, merupakan bagian antisipasi untuk menghindari penularan wabah corona.

"Kalau ada yang ditetapkan statusnya sebagai ODP itu bukan berarti akan positif (corona). Itu bagian dari langkah antisipasi," ujarnya.

"Misalnya ada warga yang baru tiba di Barru dari perantauan, terutama yang diketahui demam. Karena itu, tolong jangan dikucilkan. Termasuk yang sudah selesai melewati masa pemantauan," kata Suardi Saleh saat memberikan pengarahan ke kepala desa beberapa waktu lalu.