RAKYATKU.COM,BANTAENG - Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).
Salah satunya memperketat pemeriksaan perbatasan Kabupaten Bantaeng. Ada 10 titik perbatasan yang diawasi ketat.
Mulai dari Jembatan Pelangi (Tompobulu-Bulukumba), Rest Area Pantai Marina (Pajukukang-Bulukumba), Rest Area Bonto Jai (Bissappu-Jeneponto), jalan poros Loka-Bantaeng (Loka-Jeneponto-Malakaji), Desa Bonto-Bontoa (Bonto-Bontoa-Bulukumba), Desa Pattallassang (Pattallassang - Bulukumba), Desa Layoa (Layoa-Bulukumba), perbatasan Kanang-kanang (berbatasan Jeneponto), perbatasan Pangi (berbatasan Jeneponto), hingga Benrong (berbatasan Jeneponto).
Dinas Kesehatan bersinergi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait. Setiap warga maupun kendaraan yang melintas di perbatasan Bantaeng dilakukan pemeriksaan.
Setiap masyarakat yang memasuki perbatasan Bantaeng dilakukan pengecekan suhu tubuh. Lalu, disemprotkan cairan antiseptik. Kendaraan ikut disemprot.

Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr Andi Ihsan mengatakan, cairan yang disemprotkan kepada manusia dan kendaraan berbeda.
"Alhamdulillah, kita telah menghadirkan 10 pos pemantauan untuk pendatang yang memasuki area Kabupaten Bantaeng. Kendaraannya kita semprot disinfektan. Sedangkan manusianya kita cek suhu tubuh dan penyemprotan tubuh menggunakan cairan antiseptik," ujarnya, Rabu (1/4/2020).
"Semoga kegiatan ini memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Butta Toa yang kita cintai ini," tambahnya.
Kepala Seksi Alkes, Kefarmasian, dan PKRT Dinkes Bantaeng, Habibi memaparkan perbedaan cairan disinfektan dan antiseptik.
"Cairan disinfektan merupakan zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda mati. Pada umumnya, disinfektan digunakan untuk mensterilkan benda-benda dari pertumbuhan kuman dan bakteri. Sedangkan antiseptik, merupakan zat yang dapat menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme," terangnya.
"Penggunaan antiseptik aman pada jaringan hidup seperti pada permukaan kulit atau membran mukosa pada manusia," pungkasnya.
