Minggu, 29 Maret 2020 10:00

Negosiator Brexit Diduga Tularkan Covid-19 ke PM Inggris Boris Johnson, Benarkah Balas Dendam? 

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Michel Barnier
Michel Barnier

Pertemuan di Brussel jadi petaka bagi Boris Johnson. Pada pembicaraan tentang perdagangan pasca-Brexit pada 5 Maret itu, dia terinfeksi.

RAKYATKU.COM - Pertemuan di Brussel jadi petaka bagi Boris Johnson. Pada pembicaraan tentang perdagangan pasca-Brexit pada 5 Maret itu, dia terinfeksi.

Bukan sekadar masalah terinfeksi. Berkembang isu bahwa itu bagian dari balas dendam. Diduga melalui Kepala negosiator Brexit Uni Eropa, Michel Barnier. Benarkah?

Mail on Sunday telah melacak koneksi antara mereka yang diketahui memiliki virus dalam upaya untuk mengidentifikasi 'Pasien Nol' Downing Street.

Dalam masa inkubasi maksimum 14 hari, Barnier mengumumkan pada 19 Maret bahwa dia dinyatakan positif virus corona.

"Saya mengikuti semua instruksi yang diperlukan, seperti halnya tim saya," cuitnya di Twitter.

Keesokan harinya, Downing Street mengungkapkan bahwa David Frost telah memasuki isolasi diri setelah mengalami gejala ringan. Dia menjadi anggota pertama dari lingkaran dalam Perdana Menteri yang diduga telah terinfeksi. 

Segera setelah itu, pejabat tinggi lainnya mulai bekerja dari rumah. Termasuk penegak Whitehall Helen MacNamara.

Dua hari setelah merasa tidak enak badan dan sehari setelah tes mengonfirmasi bahwa ia mengidap virus corona, Johnson menjalankan negara itu dari isolasi diri di flat Downing Street-nya. Johnson disebut menderita batuk kering. 

Setelah PM mengungkapkan diagnosisnya, menyusul Sekretaris Kesehatan Matt Hancock dinyatakan positif terkena virus pada hari Jumat. Kepala Petugas Medis Chris Whitty juga mengumumkan memiliki gejala. 

Kemarin Sekretaris Skotlandia Alister Jack menjadi anggota kabinet ketiga yang mulai mengisolasi diri setelah mengalami suhu yang ringan dan batuk.

Johnson sendiri menolak untuk nonaktif dari jabatannya. Dia merasa cukup sehat untuk bekerja dan tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Pada Jumat malam, Johson masih sempat berbicara jarak jauh dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Komunikasi dilakukan melalui video conference.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Dominic Raab disiapkan untuk menggantikan Johnson untuk sementara. Selama masa isolasi.