Selasa, 24 Maret 2020 08:29

Covid-19 di AS Menjalar Cepat Seperti Api, Kini Jadi Negara Paling Terinfeksi Ke-3

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Gubernur New York, Andrew Cuomo
Gubernur New York, Andrew Cuomo

Amerika Serikat telah menjadi negara paling terinfeksi ketiga di dunia, dengan hampir 42.000 kasus virus corona.

RAKYATKU.COM - Amerika Serikat telah menjadi negara paling terinfeksi ketiga di dunia, dengan hampir 42.000 kasus virus corona.

Dua di atasnya adalah China dan Italia, dengan masing-masing 81.093 dan 59.138 kasus.  

Penyebaran virus yang cepat di AS didorong oleh New York, yang sekarang memiliki hampir enam persen dari kasus coronavirus di seluruh dunia.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan pada hari Senin bahwa 20.875 warga New York telah didiagnosis Covid-29.

Selama dua minggu terakhir, New York telah melihat tambahan ratusan kasus baru setiap hari.

Hal ini juga menimbulkan kekhawatirkan bahwa rumah sakit akan kewalahan. Karena itu, Gubernur Cuomo mendorong untuk menggandakan kapasitas, memerintahkan tenaga kerja untuk tinggal di rumah dan memulai uji coba obat-obatan eksperimental untuk virus corona pada hari Selasa.  

Sudah 13 persen penduduk New York yang dites positif dirawat di rumah sakit pada Senin, kata Cuomo.

Menurut Daily Mail, mayoritas kasus di negara bagian itu berada di New York City, tempat virus itu menyebar seperti api di wilayah padat penduduk. Sebanyak 12.305 kasus dilaporkan di kota itu saja.

Titik api lainnya termasuk Nassau County dengan 1.900 kasus dan Westchester, tempat seorang pengacara 'penyebar super' tinggal.

Dalam upaya untuk membendung penyebaran virus, Cuomo memerintahkan semua bisnis non-esensial untuk ditutup, efektif pukul 20:00 hari Minggu.

Dia juga menyerang warga New York karena mengabaikan peringatan pemerintah untuk tetap di rumah dan menjaga jarak satu sama lain.

Cuomo kaget dan frustrasi melihat banyak orang masih berkumpul di taman, meskipun ada peringatan baik dari dirinya maupun Walikota Bill de Blasio untuk membatasi kontak sosial dan membuat pertemuan kelompok kurang dari 10 orang.

“Itu tidak sensitif, sombong, merusak diri sendiri, tidak sopan dan harus dihentikan sekarang. Ini bukan lelucon dan saya tidak bercanda," katanya.