Sabtu, 14 Maret 2020 10:48

Kemenkes RI: Prevalensi Kecacingan di Bantaeng Menurun Drastis 63,28%

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kemenkes RI: Prevalensi Kecacingan di Bantaeng Menurun Drastis 63,28%

Survei Prevalensi Kecacingan di Kabupaten Bantaeng mengalami penurunan yang sangat signifikan.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Survei Prevalensi Kecacingan di Kabupaten Bantaeng mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Survei awal Kementerian Kesehatan RI menggambarkan bahwa angka Prevalensi Kecacingan di Kabupaten Bantaeng sebesar 70,50 persen. Survei itu 9 tahun lalu, tahun 2011.

Kini menurun menjadi 7,22 persen. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Subdit Filariasis dan Kecacingan.

Survei itu digelar sejak tanggal 8 hingga 13 Maret 2020 melibatkan Litbangkes, BTKL dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Sasaran survei ini melibatkan 30 sekolah yang dipilih secara random. Masing-masing sekolah dipilih  21 siswa. 

 

Total Sasaran survei 630 sampel. Namun yang berhasil dikumpulkan 457 sampel feses untuk diperiksa. 

Hasilnya pemeriksaan didapatkan 33 anak yang positif mengandung cacing (32 diantaranya jenis cacing cambuk) dan 424 anak sisanya negatif mengandung cacing. 

Dikatakan, bahwa ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi hasil Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan di Kabupaten Bantaeng selama 5 tahun.

“kunjungan kami ini untuk mengevaluasi pemberian obat pencegahan massal (POPM) selama 5 tahun di Kabupaten Bantaeng," ujar ketua tim survei Kemenkes RI, Femmy.

Dr Armansyah selaku Kabid P2P Dinkes Bantaeng mengatakan,“syukur Alhamdulillah, menurun secara drastis sebanyak 63,28 persen. Hasil Survei Prevalensi Kecacingan di Kabupaten mengalami penurunan yang sangat signifikan, dari 70,5 persen menjadi 7,22 persen." 

 Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr. Andi Ihsan, mengapresiasi kinerja tim Dinas Kesehatan Bantaeng dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit serta upaya penyehatan lingkungan yang terintegrasi diseluruh sektor.

“Terima kasih atas kinerja tim yang telah bekerja luar biasa dalam upaya penyehatan lingkungan dan pencegahan penyakit di Kabupaten Bantaeng. Prestasi Kabupaten sehat yang kita raih terbukti berkorelasi positif terhadap penurunan angka penyakit berbasis lingkungan termasuk penyakit kecacingan ini," ungkapnya.

“Mari kita jaga kebersihan lingkungan sekitar kita dalam upaya mencegah penyakit berbasis lingkungan di Kabupaten Bantaeng," pungkasnya.