Jumat, 13 Maret 2020 20:55

Tak Hanya Virus Corona, Gubernur Sulsel Himbau Masyarakat Cegah DBD

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Tak Hanya Virus Corona, Gubernur Sulsel Himbau Masyarakat Cegah DBD

Penderita Virus Corona masih terus meningkat, hal tersebut menjadi perhatian utama, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penderita Virus Corona masih terus meningkat, hal tersebut menjadi perhatian utama, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. 

Namun, Pemerintah Sulsel melalui Gubernur berpendapat berbeda. Menurutnya, ditengah mewabahnya Covid-19 semua stakeholder juga diimbau untuk mencegah terjangkitnya Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Selain Covid-19 ini juga DBD, saya minta supaya kita betul-betul mencegahnya. Jangan karena kita fokus cegah Covid-19, penyakit lain yang kena," kata Nurdin Abdullah, saat rakor di Baruga Karaeng Pattingalloang, Jumat, 13 Maret 2020. 

Dinas Kesehatan menyampaikan DBD di Kota Makassar, Per Januari 2020 tercatat 23 kasus, kemudian meningkat menjadi 43 kasus pada Februari. 

Sementara Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 17.820 kasus penularan demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Indonesia.

 

"Tidak ada kematian. Namun suspek hampir penuh Rumah Sakit," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin 

Naisyah mengatakan, agar masyarakat Tidak lalai. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap DBD dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. 

"Karena kesadaran masyarakat yang semakin baik, itu kuncinya DBD adalah menjaga kebersihan, itu yang kita harapkan. Kita tidak menginginkan adanya kematian," katanya

Lebih jauh kata Naisyah, penularan DBD terjadi secara cepat, terutama di Musim pancaroba, dan curah hujan yang tinggi berpotensi terjadinya peningkatan yang signifikan dari DBD.

"Mulai November sampai biasanya hujan Maret puncaknya itu biasa terjadi peningkatan. Itu yang kita harapkan, dari bulan januari sampai Februari belum ada kematian yang masuk akibat DBD," ungkapnya.

Olehnya itu, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan seluruh puskesmas, obat-obatan hingga rawat inap untuk menangani kasus DBD

"Memang dalam mengantisipasi musim  seperti itu obat obatan kita sudah antisipasi, jadi tidak ada masalah," jelasnya.