Rabu, 25 Desember 2019 11:10

Baru Saja Bebas dari Penjara, Wali Kota Meksiko Ditembak Mati di Depan Istri dan Anak

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Arturo García Velásquez (kiri).
Arturo García Velásquez (kiri).

Senin, 23 Desember 2019. Arturo García Velásquez baru saja bebas dari penjara. 

RAKYATKU.COM, MEKSIKO -- Senin, 23 Desember 2019. Arturo García Velásquez baru saja bebas dari penjara. 

Wali kota San Felipe Jalapa de Díaz, Oaxaca, Meksiko itu, sedang menghadiri festival natal bersama keluarganya. Tempatnya di sebuah ballroom di gedung balai kota di San Felipe Jalapa de Díaz, Oaxaca.

Dia lagi bercengkrama dengan istri dan anak-anaknya.

Tiba-tiba sekelompok pria bersenjata memberondongkan peluru. Ada tujuh kali tembakan. Sang wali kota tewas seketika. 

Para penyerang meninggalkan kardus di atas jasad sang wali kota. Ada catatan di sana. Ditulis tangan dalam bahasa Spanyol. Artinya, "Ini terjadi karena Anda adalah seorang pengkhianat".

Selain wali kota, orang-orang bersenjata itu juga membunuh anggota dewan San Felipe Jalapa de Díaz, Javier Terrero.

Para tersangka, meninggalkan tempat kejadian dan masih berkeliaran hingga sekarang.  
 
Sebelumnya, pihak berwenang menggerebek rumah García Velásquez pada 24 Oktober 2019 lalu. Dia dituduh terlibat anggota kejahatan terorganisir. Ada banyak senjata militer ditemukan di rumah Velásquez. Dia pun ditangkap.

Tujuh hari kemudian, seorang hakim memerintahkan pembebasan García Velásquez. Alasannya, petugas penegak hukum menahannya secara ilegal.
 
Horacio Sosa, yang mengawasi Dewan Koordinasi Politik Kongres San Felipe Jalapa de Díaz, mengatakan kepada outlet berita Meksiko 24 Horas, wali kota telah menerima banyak ancaman setelah ia memperoleh kembali kebebasannya.

Senator Salomón Jara Cruz, mengecam pihak berwenang negara atas pemenjaraan García Velásquez sebelumnya, tak lama setelah mengetahui pembunuhan temannya, dan juga menuduh bahwa para pejabat tidak berbuat cukup untuk memberinya keamanan. 

"Beberapa minggu yang lalu wali kota dipenjara secara tidak adil," Jara Cruz.

"Dia melaporkan penganiayaan yang menjadi sasaran pasukan keamanan negara, serta fakta-fakta yang melanggar keamanannya. Mereka yang bertugas memberikan keamanan di negara mengabaikannya, tidak ada keamanan yang diberikan," protesnya.