Minggu, 08 Desember 2019 05:31

Jeritan Hati Istri yang Suaminya Sudah Sebulan Lebih Hilang, Diduga Diculik di Papua

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Amirullah bin Haji Labba dan istrinya, Sar Wana.
Amirullah bin Haji Labba dan istrinya, Sar Wana.

Sudah sebulan lebih, Amirullah Bin Haji Labba menghilang. Dia menghilang Sabtu, 26 Oktober 2019, pukul 16.00 WIT di Dekai, Yahukimo.

RAKYATKU.COM, PAPUA - Sudah sebulan lebih, Amirullah Bin Haji Labba menghilang. Dia menghilang Sabtu, 26 Oktober 2019, pukul 16.00 WIT di Dekai, Yahukimo.

Beberapa orang melihatnya membawa truk ke arah gunung. Namun, sejak itu, Ullah sapaan akrab perantau Bugis itu, belum pulang hingga kini.

Istrinya Sar Wana, terus berharap, suaminya pulang dengan selamat.

Seperti yang dia ungkap di status Facebooknya, yang dilihat Rakyatku, 3 jam lalu.

"SAYA CUMA MANUSIA YG HARUS IKLAS MENERIMA KENYATAAN TAPI AIR MATA INI TDK HENTI2NYA KELUAR KADANG TERBANGUN TENGAH MALAM CARI SUAMIKU DISAMPINGKU SY KIRA CUMA MIMPI TERNYATA KENYATAAN DIA TDK ADA ?  PAK DIMANAPUN KAMU BERADA KUAT YA PAK INGAT ANAK2MU SAYA YAKIN KAMU BISA KEMBALI ITULAH KATA HATI SAYA PAK," tulis Sar Wana, sambil memasang emoticon menangis. 

Sar Wana sebenarnya tidak yakin, suaminya diculik. Pasalnya, suaminya adalah orang baik, tak punya musuh. Dia juga akrab dengan penduduk asli setempat.

Menurut Sar Wana sebagaimana dilihat di kolom komentar percakapan Facebooknya, dia sudah melapor Kapolda Papua, tapi belum ada panggilan. "Kalau di Yahukimo, sudah," tulisnya.

Menurut Sar Wana, saat itu suaminya bertiga dengan kepala desa. Salah seorang warga yang bersama mereka sempat kabur dari orang yang menyandera suaminya.

"Ada saksi mata pak. Saksinya lari menyelamatkan diri. Kepala desa yang sama-sama suami saya belum didapat," tulisnya lagi.

Menurut Sar Wana, sampai saat ini dia dan keluarganya belum tahu dia ke mana suaminya dan kepala desa itu dibawa. Masyarakat di sana lanjut dia, sudah 3 kali melakukan pencarian, namun belum ditemukan.

Sar Wana yakin, penculik suaminya bukan Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

"Bukan OPM kasian. Masyarakat Yahukimo Dekai di hutan orang di sana baik-baik aja sama suamiku. Begitupun suamiku baik-baik aja kayanya kalau saya punya perasaan, mereka salah tangkap," ungkapnya.

Menurut Sar Wana, terarkhir dia menyimpan foto suaminya saat memperbaiki mobil tentara. "Ingat waktu kerja mobil-mobil pemerinta. Minta difoto sama suamiku," tulis Sar Wana.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan dari pihak OPM, maupun kelompok sempalannya di Papua atas hilangnya warga sipil tersebut.

Pada 6 November 2019 lalu, pihak TPNPB-OPM mengaku menyiapkan 51 batalyon Kodap 16. Mereka mengaku bersiap menghadapi perang dengan TNI-Polri di Dekai. Akun Nicole Maria Wompere juga menyebutkan, pimpinan TPNPB-OPM di Dekai adalah Singa Pahabol.