RAKYATKU.COM - Sebuah stasiun tenaga nuklir mengapung Rusia disebut para pecinta lingkungan sebagai potensi "Chernobyl on ice". Stasiun itu diresmikan kemarin dan berlayar dalam perjalanan 3.000 mil melintasi Kutub Utara.
Kapal bernama Akademik Lomonosov itu meninggalkan pelabuhan Murmansk membawa bahan bakar radioaktif dan dua reaktor nuklir tahan tsunami di atas kapal, dikutip dari BBC, Minggu (25/8/2019).
Tiga kapal tunda menarik kapal ke timur sehingga dapat memberikan daya ke kompleks pertambangan Siberia yang terpencil.
Peluncurannya dilakukan hanya dua minggu setelah ledakan rudal nuklir di jangkauan uji coba senjata laut di Rusia baratlaut menewaskan lima orang, termasuk dua orang yang menurut laporan meninggal karena penyakit radiasi.
Petugas medis yang merawat korban dari ledakan itu secara terpisah mengatakan kepada BBC pada hari Jumat bahwa mereka sekarang khawatir kalau mereka telah diiradiasi sendiri. Karena mereka bekerja tanpa perlindungan dan militer tidak pernah memperingatkan mereka tentang risiko kontaminasi.
Para pemerhati lingkungan telah membunyikan alarm tentang risiko kapal seperti Akademik Lomonosov yang bepergian melalui bagian dunia yang dikenal karena cuaca yang keras dan tidak terduga.
Sebuah artikel tentang kapal yang diposting di situs web Greenpeace mengatakan "bencana nuklir berikutnya bisa jadi adalah Chernobyl di atas es atau Chernobyl di atas batu."
Para kritikus juga khawatir tentang kapal yang mencemari Kutub Utara dan kemampuan pihak berwenang Rusia untuk membersihkan bencana di wilayah terpencil jika terjadi.
Akademik Lomonosov dioperasikan oleh 70 orang awak dan mampu menyediakan energi yang cukup untuk memasok komunitas sekitar 100.000 penduduk, tambah stasiun berita itu, mengutip media Rusia. Diperkirakan akan mencapai Pevek pada akhir September.
"Ini adalah kesempatan penting bagi perusahaan kami dan untuk wilayah Chukotka," kata Alexey Likhachev, direktur jenderal perusahaan energi nuklir milik negara Rusia Rosatom , dalam sebuah pernyataan. "Ini merupakan kontribusi yang signifikan untuk menciptakan masa depan Arktik itu berkelanjutan dan makmur. "
Rosatom mengatakan selama upacara peluncuran Jumat, operator kapal, yang merupakan salah satu anak perusahaannya, "dianugerahi sertifikat Book of Records Rusia yang menegaskan status Akademik Lomonosov sebagai instalasi nuklir paling utara di dunia."
Ia juga mengatakan kapal itu, yang digambarkan sebagai "satu-satunya unit daya terapung di dunia," adalah "sangat cocok untuk daerah yang sangat terpencil dan negara kepulauan yang membutuhkan sumber energi hijau yang stabil."
