RAKYATKU.COM - Seorang penjual popcorn Pakistan menarik perhatian angkatan udara di negaranya karena membangun pesawat menggunakan karung goni dan becak.
Muhammad Fayyaz berhasil mewujudkan impian masa kecilnya dan membangun pesawat hanya bermodalkan 90.000 rupe (Rp9 juta).
Hebatnya, Fayyaz belajar membangun mesin terbangnya dengan melihat video di TV dan melihat cetak biru online.
Pesawat ini terbuat dari segala yang tidak bisa dibayangkan, seperti mesin roadcutter, sayap yang terbuat dari goni, dan roda yang diambil dari becak.
Karena karyanya yang luar biasa, dia telah diberikan sertifikat oleh Angkatan Udara Pakistan.
Berbicara tentang penerbangan pertamanya, Fayyaz mengatakan: "Saya benar-benar di udara. Saya tidak bisa merasakan apa pun."
Setelah berita tentang pesawatnya tersebar, pengunjung telah berbondong-bondong ke rumahnya di desa Tabur di provinsi Punjab tengah untuk melihat pesawat itu.
Fayyaz mengatakan, dia bermimpi bergabung dengan angkatan udara ketika masih anak-anak. Tapi ayahnya meninggal saat dia masih di sekolah, dan memaksanya untuk putus sekolah.
Dia kemudian melakukan pekerjaan sambilan untuk memberi makan ibunya dan lima adiknya.
Dia terinspirasi untuk membuat pesawatnya dengan menonton episode Investigasi Kecelakaan Udara National Geographic Channel. Itu memberinya wawasan tentang daya dorong, tekanan udara, torsi, dan tenaga penggerak.
Dia kemudian melihat cetak biru online berkat warnet murah di kota terdekat.
Dia juga menjual sebidang tanah keluarga, dan mengambil pinjaman 50.000 rupee (Rp5 juta) dari sebuah LSM keuangan mikro.
Dia menggunakan uangnya yang sedikit secara kreatif, dan membeli karung goni grosir. Dia juga membujuk karyawan bengkel yang baik hati untuk membuatkanya baling-baling.
Namun membuat baling-baling membutuhkan proses yang panjang. Beberapa peralatan perlu diganti, desain harus diubah, dan kabel harus dikerjakan ulang.
Dan ketika dia berusaha memastikan desainnya berhasil, keluarganya khawatir dia terobsesi.
Tapi Fayyaz terus maju. Dan, pada akhirnya dia bisa menghasilkan pesawat kecil yang dicat biru cerah.
Pada Februari tahun ini, setelah lebih dari dua tahun diejek, dia siap untuk terbang.
Fayyaz mengklaim teman-temannya membantunya memblokir jalan kecil yang ia gunakan sebagai landasan pacu untuk upaya penerbangan pertamannya pada bulan Februari.
Pesawat itu mencapai 120 km per jam sebelum lepas landas. Itu diklaim terbang antara dua dan dua setengah kaki di atas tanah, dan mencapai sekitar dua hingga tiga kilometer sebelum mendarat.
Selanjutnya, Fayyaz mencoba melakukan penerbangan kedua pada 23 Maret.
Pada hari itu, ratusan orang berkerumun di sekitar pesawat mungilnya, dan banyak yang memegang bendera nasional.
Tetapi, bahkan sebelum Fayyaz dapat menghidupkan mesin pesawatnya, polisi datang dan menangkapnya, serta menyita pesawatnya.
"Saya merasa seolah-olah saya telah melakukan salah satu tindakan terburuk di dunia, seolah-olah saya adalah orang terburuk di Pakistan," katanya pada AFP. "Saya telah dikurung dengan penjahat."
Namun pengadilan akhirnya membebaskannya dengan denda 3.000 rupee.
Ketika AFP mengunjungi kantor polisi setempat, petugas mengatakan mereka menangkap Fayyaz karena pesawatnya merupakan ancaman keamanan.
Kemalangan Fayyaz membuatnya memperoleh ketenaran media sosial, dan ia disebut sebagai 'pahlawan' dan 'inspirasi' oleh beberapa netizen.
Akhirnya, perwakilan dari Angkatan Udara Pakistan melakukan dua kunjungan untuk melihat pesawatnya. Pada akhirnya, komandan pangkalan terdekat mengeluarkan sertifikat yang memuji semangat dan ketangkasannya dalam membangun "pesawat mini dasar."
