Senin, 06 Mei 2019 08:30

Pesawat Mendarat Darurat dan Terbakar di Bandara, 41 Orang Tewas

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
AP
AP

Sedikitnya 41 orang tewas setelah pesawat Rusia melakukan pendaratan darurat dan terbakar di Bandara Sheremetyevo, Moskow, Minggu (05/05/2019).

RAKYATKU.COM - Sedikitnya 41 orang tewas setelah pesawat Rusia melakukan pendaratan darurat dan terbakar di Bandara Sheremetyevo, Moskow, Minggu (05/05/2019).

Juru bicara Komite Investigasi Rusia, Elena Markovskaya mengatakan pada konferensi pers Minggu malam bahwa 41 orang telah tewas dan 37 lainnya selamat. Para korban termasuk satu anggota awak dan setidaknya dua remaja.

Penerbangan Aeroflot SU1492, jet regional Sukhoi SSJ-100, terbang ke kota Murmansk sebelum terpaksa memutar balik. Menurut kantor berita Rusia, kebakaran terjadi ketika pesawat itu mengudara.

Aeroflot mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa masalah teknis memaksa jet untuk berbalik, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Sebuah sumber penegak hukum mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa pesawat memberi sinyal bahaya setelah keberangkatan, kemudian mencoba melakukan pendaratan darurat. Setelah upaya pertama gagal, pesawat berhasil melakukan pendaratan pada percobaan kedua.

Video media sosial menunjukkan pesawat dilalap api setelah mendarat.

Video lain yang ditayangkan oleh saluran berita Rusia Rossiya-24 menunjukkan penumpang melompat dari depan pesawat yang terbakar ke slide tiup dan terhuyung-huyung melintasi landasan.

Pesawat itu tampaknya tidak punya waktu untuk membuang bahan bakar sebelum pendaratan darurat, kata laporan berita Rusia.

"Penyelidik akan segera mulai mewawancarai korban, saksi mata, staf bandara dan maskapai penerbangan, serta orang lain yang bertanggung jawab atas pengoperasian pesawat," kata juru bicara Komite Investigasi Svetlana Petrenko.

Insiden itu menyebabkan setidaknya 53 penerbangan ditunda dan satu dibatalkan.

SSJ100, juga dikenal sebagai Superjet, adalah jet regional Rusia yang dilengkapi dua mesin.

Pabrikan pesawat itu, Sukhoi Civil Aircraft, mengatakan pesawat yang kecelakaan ini telah menerima perawatan pada awal April.

Sementara Aeroflot mengatakan pilot memiliki pengalaman 1.400 jam dalam menerbangkan pesawat.