Sabtu, 04 Mei 2019 08:29

Taliban Menolak Seruan Gencatan Senjata Selama Ramadhan

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Taliban (AFP)
Taliban (AFP)

Taliban Afghanistan menolak seruan gencatan senjata selama Ramadhan.

RAKYATKU.COM - Taliban Afghanistan menolak seruan gencatan senjata selama Ramadhan.

Gencatan senjata diserukan oleh loya jirga (dewan suku agung yang dihadiri oleh 3.200 pemimpin agama, politisi dan perwakilan dari seluruh negeri).

Presiden Ashraf Ghani telah menyetujuinya, asalkan itu bukan sepihak.

"Mari kita buktikan bahwa hanya negara-negara Barat yang tidak bisa menyelesaikan konflik ini. Ada juga peradaban manusia di sini," kata Ghani selama pertemuan loya jirga.

Sebagai isyarat niat baik, dia setuju untuk membebaskan 175 tahanan Taliban sebagai tanggapan atas tuntutan yang dibuat oleh loya jirga.

Namun Taliban menolak seruan itu dan menuduh anggota loya jirga sebagai sekutu pemerintah.

Pada tahun 2018, Taliban menyetujui gencatan senjata tiga hari yang bertepatan dengan Idul Fitri, langkah pertama sejak invasi yang dipimpin AS tahun 2001.

Koalisi militer pimpinan AS menggulingkan Taliban pada 2001, karena melindungi Al-Qaeda.

Saat ini pertempuran sengit terjadi di seluruh negeri dan Taliban telah mengendalikan lebih banyak wilayah daripada sejak 2001.

Mengingat kebuntuan berkelanjutan dengan para pemberontak, Presiden AS Donald Trump ingin mengakhiri perang di negara itu.