Kamis, 02 Mei 2019 15:37

Berkiblat dari Sri Lanka, Politisi India Serukan Larangan Burqa

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
INT
INT

Politis India menyerukan larangan burqa, setelah Sri Lanka melarang pakaian itu pasca serangan Minggu Paskah.

RAKYATKU.COM - Politis India menyerukan larangan burqa, setelah Sri Lanka melarang pakaian itu pasca serangan Minggu Paskah.

Sri Lanka mulai memberlakukan larangan penutup wajah pada hari Senin untuk alasan kemanan nasional.

"Kami menyambut keputusan ini dan mendesak Perdana Menteri Narendra Modi mengikuti jejak Sri Lanka dan melarang burqa dan niqab di India," tulis partai Shiv Sena yang berpusat di Mumbai dalam editorial di surat kabar Saamana.

Kelompok Hindu garis keras berpendapat bahwa burqa dan niqab tidak ada hubungannya dengan Islam dan wanita Muslim India yang memakainya hanya mengikuti tradisi dunia Arab, di mana wanita mengenakannya di luar untuk melindungi diri dari matahari.

Daily Mail melaporkan bahwa Kementerian Dalam Negeri India menolak memberikan komentar mengenai saran tersebut.

Beberapa pemimpin Muslim mengatakan bahwa pelarangan burqa akan menjadi serangan terhadap kebebasan sipil.

Sekitar 14 persen dari 1,3 miliar orang India adalah Muslim.

Beberapa wanita Muslim liberal melihat burqa dan niqab sebagai bagian dari budaya yang menekan kebebasan wanita.

Penulis Bangladesh, Taslima Nasreen, yang tinggal di India, mengatakan dia mendukung larangan burqa, tetapi bukan karena dia pikir itu akan menghentikan terorisme. 

"Orang-orang mengatakan melarang burqa tidak akan menghentikan terorisme," tulis Nasreen di Twitter. "Saya setuju, itu tidak akan menghentikan terorisme tapi itu pasti akan menghentikan wanita menjadi zombie tanpa wajah."

Nasreen harus meninggalkan Bangladesh karena dimusih oleh kaum konservatif sebagai tanggapan atas kritiknya terhadap Islam militan.