Rabu, 01 Mei 2019 13:31

Indera Penciuman Buruk Terkait Dengan Risiko Kematian Dini

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
INT
INT

Sebuah studi baru menemukan hubungan mengejutkan antara indra penciuman yang buruk dan risiko kematian dini yang lebih tinggi.

RAKYATKU.COM - Sebuah studi baru menemukan hubungan mengejutkan antara indra penciuman yang buruk dan risiko kematian dini yang lebih tinggi.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine. Hasilnya menunjukkan bahwa orang dewasa yang memiliki indra penciuman yang buruk memiliki hampir 50 persen peningkatan risiko kematian dalam sepuluh tahun.

“Indera penciuman yang buruk menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia orang, dan ada kaitannya dengan risiko kematian yang lebih tinggi,” kata Honglei Chen, seorang ahli epidemiologi dan anggota tim peneliti dari Michigan State University.

"Studi kami adalah yang pertama untuk melihat alasan potensial mengapa indera penciuman memprediksi kematian yang lebih tinggi."

Dalam penelitiannya, para peneliti meninjau dan menganalisis data dari hampir 2.300 peserta berusia 71 hingga 82 yang merupakan bagian dari penelitian National Institute on Aging's Health ABC.

Peserta diikuti selama 13 tahun dan menjalani uji penciuman 12 bau.

Para peneliti memperhitungkan beberapa faktor termasuk jenis kelamin, ras, dan faktor gaya hidup, tetapi hubungannya tetap konsisten.

Meski demikian, alasan di balik korelasi antara indera penciuman dan peningkatan risiko kematian masih belum diketahui. Namun para peneliti menekankan bahwa itu bisa menjadi peringatan dini.

Pengurangan indra penciuman adalah tanda awal demensia dan Parkinson, tetapi faktor-faktor ini tidak cukup untuk menjelaskan peningkatan risiko kematian terkait dengan penciuman.

Jadi, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengungkapkan hubungan ini.

“Kita perlu mencari tahu apa yang terjadi pada orang-orang ini,” kata Chen, dikutip dari Earh.com.

“Ini memberi tahu kita bahwa pada orang dewasa yang lebih tua, gangguan penciuman memiliki implikasi kesehatan yang lebih luas di luar apa yang telah kita ketahui. Memasukkan penyaringan penciuman dalam kunjungan dokter rutin mungkin merupakan ide yang bagus,” katanya.