RAKYATKU.COM - Dua puluh siswa di India melakukan bunuh diri setelah Dewan Pendidikan Menengah (BIE) mengumumkan nilai ujian mereka.
Hampir 1 juta siswa mengikuti ujian antara Februari hingga Maret, dan hampir 350.000 dari mereka gagal. Hal itu menyebabkan protes luas dari orang tua, kelompok siswa dan partai politik.
Satu siswa bernama Sirisha gagal dalam biologi dan membakar dirinya di rumahnya di distrik Narayanpet pada hari Sabtu, ketika orang tuanya pergi ke ladang.
Pada hari Kamis, Ketua Menteri, K. Chandrashekhar Rao memerintahkan penghitungan ulang dan verifikasi ulang bagi semua siswa yang gagal dalam ujian.
Dia juga mendesak siswa untuk tidak bunuh diri, dan menambahkan bahwa gagal dalam ujian tidak berarti akhir dari kehidupan mereka.
Khaleejtimes melaporkan bahwa 12 pusat BIE saat ini sedang mengevaluasi kembali lembar jawaban siswa yang gagal. Masing-masing menangani antara 70.000 hingga 120.000.
Selain verifikasi ulang, para keluarga siswa juga meminta 25 lakh (Rp35,5 miliar) sebagai kompensasi untuk setiap siswa yang melakukan bunuh diri.
Kasus bunuh diri di kalangan siswa adahal hal umum di India. Pada tahun 2017, daerah Andhra Pradesh dan Telangana di India menyaksikan lebih dari 50 kasus bunuh diri siswa antara bulan September hingga Oktober.
