Senin, 29 April 2019 12:19

Ngeri! Puluhan Singa Dibantai di Peternakan, Tulangnya Dijual

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto via Daily Mail
Foto via Daily Mail

Puluhan singa ditemukan mati di peternakan Wag-'n-Bietjie di Afrika Selatan. Menurut laporan, para raja hutan dibunuh untuk diambil tulangnya, kemudian dijual di luar negeri.

RAKYATKU.COM - Puluhan singa ditemukan mati di peternakan Wag-'n-Bietjie di Afrika Selatan. Menurut laporan, para raja hutan dibunuh untuk diambil tulang dan kulitnya, kemudian dijual di luar negeri.

Dalam dua hari saja, sebanyak 54 singa dilaporkan terbunuh di peternakan itu. Mereka pertama kali ditembak dengan panah tranquiliser, lalu ditembak mati dengan senapan kaliber 22.

Peluru ditembakkan melalui telinga singa dan langsung ke otaknya. Harus seperti itu karena pembeli luar negeri tidak akan membeli tengkorak yang rusak.

Hebatnya, para pekerja di Wag-'n-Bietjie diizinkan untuk membunuh singa. Peternakan tersebut memiliki lisensi untuk memasok permintaan tulang singa dari Asia Tenggara. 

Memang, Afrika Selatan mengizinkan 800 kerangka singa yang dibiakkan untuk diekspor setiap tahun.

Tapi para pegiat percaya bahwa banyak kucing besar dibantai secara ilegal untuk memenuhi permintaan. Menurut laporan Daily Mail, beberapa singa diyakini telah diangkut dari taman safari ke peternakan Wag-'n-Bietjie.

Reinet Meyer, seorang inspektur senior untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan telah mengunjungi peternakan itu. Di sana dia menemukan pemandangan yang benar-benar mengerikan.

Dia mengatakan bahwa singa mati dibiarkan tergeletak di lantai yang penuh darah. Tumpukan kerangka tergeletak di tempat lain, sementara bagian-bagian tubuh yang tidak akan dijual ditumpuk di dalam kantong plastik hitam di atas trailer.

Bau busuk sangat tercium dari tempat itu. Ada juga lalat yang bergerombol.

"Itu mengejutkan," kata Meyer. "Kami tidak percaya apa yang terjadi. Anda bisa mencium bau darah. Singa tertembak di kamp dan kemudian semua dibawa ke ruangan yang satu ini. Lalat-lalat itu mengerikan."

"Bagi saya, singa adalah binatang yang agung, binatang raja. Di sini dia dibantai, hanya untuk menghasilkan uang, itu benar-benar menjijikkan."

Setelah penemuan mengerikan itu, izin Wag-'n-Bietjie telah dicabut.

Pemiliknya menghadapi dakwaan kesejahteraan hewan terkait dua singa yang disimpan di kandang kecil. Dia juga mungkin akan menghadapi dakwaan lebih lanjut terkait bagaimana singa dibunuh dan kondisi jorok tempat pemotongan hewan itu.

Dikatakan bahwa masih ada 246 singa hidup di sana, dan nasibnya selanjutnya masih belum jelas.