RAKYATKU.COM - China berencana untuk membangun pangkalan Bulan dalam dekade mendatang. Rencananya, itu akan berfungsi sebagai stasiun pengisian bahan bakar untuk misi ke tata surya.
Rencana itu diumumkan oleh Zhang Kejian, administrator Administrasi Antariksa Nasional Cina (CNSA) dalam pidato baru-baru ini.
Dia mengatakan bahwa fasilitas penelitian akan berlokasi di dekat kutub selatan bulan, yang kaya es.
Es di sana akan menjadi pasokan air yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi awak dan sebagai komponen untuk bahan bakar roket.
Pengumuman jadwal program luar angkasa itu bertepatan dengan Hari Antariksa Nasional Tiongkok dan peringatan ke-46 peluncuran satelit buatan pertama negara itu, Dongfanghong, pada tahun 1970.
Pengumuman ini juga menyusul pendaratan pertama sebuah pesawat ruang angkasa China, yang dinamai Chang'e-4 di sisi jauh bulan, pada bulan Januari tahun ini.
Tentu saja, China bukan satu-satunya negara yang menjangkau bintang-bintang.
Rusia juga sedang merencanakan pangkalan bulan yang layak huni, meskipun rentang waktunya masih lama, di mana konstruksi akan dimulai setelah tahun 2035.
Selain itu, AS telah mengumumkan batas waktu 2024 untuk mendaratkan kembali astronot AS di bulan.
