Kamis, 17 Januari 2019 11:22

Wagub Sulsel: Siswa Tak Bisa Baca Alquran, Ganti Kepala Sekolahnya!

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat Rapat koordinasi pendidikan, di Claro Hotel, Kamis (17/1/2019). Foto: Jenny
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat Rapat koordinasi pendidikan, di Claro Hotel, Kamis (17/1/2019). Foto: Jenny

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, berharap para siswa muslim di Sulsel mesti pandai membaca Alquran.

RAKYATKU. COM, MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, berharap para siswa muslim di Sulsel mesti pandai membaca Alquran. Hal itu ditegaskan Sudirman, di hadapan ratusan kepala sekolah tingkat SMA dan SMK se-Sulsel saat rapat koordinasi pendidikan, di Claro Hotel, Kamis (17/1/2019).

Sebelum Sudirman menyampaikan hal itu, ia lebih awal mengetes salah satu kepala sekolah untuk membaca ayat Alquran. Di tengah sambutannya, Sudirman tiba-tiba meminta panitia untuk menampilkan ayat Alquran di layar besar yang ada di belakang panggung. 

"Tolong tadi ayat Alquran ditampilkan lagi. Saya mau tes dulu kepala sekolahnya baca Alquran," kata Sudirman di atas podium. 

Dilanjutkan Sudirman, seluruh siswa muslim di Sulsel, wajib bisa membaca Alquran. Ia tidak mau, siswa muslim lulus dari sekolah, namun tidak bisa membaca Alquran. 

"Jangan sampai generasi kita yang memang muslim, tidak bisa membaca Alquran. Tolong diperhatikan kepala sekolahnya Pak Kadis," tambah Sudirman. 

Lebih tegas lagi, adik Menteri Pertanian Amran Sulaiman ini meminta Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo untuk mencopot kepala sekolah, bila ada siswa muslim lulusan sekolahnya, yang tidak bisa membaca Alquran. 

"Kalau nanti ada tamatan atau lulusan tidak bisa ngaji, tolong ganti kepala sekolahnya," lanjut Sudirman. 

Ia lalu menjelaskan, alasan mengapa siswa mesti pandai membaca Alquran sejak dari awal. Salah satunya, untuk meningkatkan pengetahuan agama dan iman, agar terhindar dari pemahaman radikal bila sudah keluar dari lingkungan sekolah. 

"Jangan sampai, kalau sudah keluar sekolah, sudah radikal, angkat senjata dan sebagainya. Kalau dari awal adik-adik sekolah ini tidak difaksin ilmu agama yang baik, jadi keluar langsung angkat senjata," jelasnya.