RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rabu siang. 9 Januari 2019. Angkot 05 berangkat dari Kampus Unhas. Ada tiga penumpang saat angkot itu dari dalam kampus.
Dua pria, satu wanita tua. Di depan Jl Bung, naik seorang wanita berhijab pink. Sopir, Dg Liwang, memperhatikan penumpangnya tersebut menenteng sebuah tas laptop warna hitam.
Penumpang tersebut duduk tepat di belakang kursi sopir. Di tengah perjalanan, wanita tua penumpangnya turun.
Dg Liwang melajukan kendaraannya. Di persimpangan Jl Bawakaraeng-Veteran, wanita berhijab pink itu turun.
Kembali Dg Liwang melajukan kendaraan. Di ujung Cenderawasih, penumpang pria turun. Salah seorang mengepit sebuah tas laptop. Warnanya hitam.
Dg Liwang ingat. Pria itu naik tanpa membawa apa-apa. Dia lalu ingat, kalau seorang penumpangnya membawa tas laptop saat naik.
"Hei, kembalikan. Itu laptop penumpangku," ujar Dg Liwang sambil merebut laptop itu.
"Ambil maki, saya juga tidak tahu, kenapa ada sama saya," ujar pria itu sambil berlalu.
Dg Liwang kemudian membawa laptop itu, ke seorang temannya yang pintar teknologi. Namanya Awal. Kebetulan, Awal adalah tetangganya.
"Awal, buka sai ini laptop. Cari bede, siapa tahu ada kontaknya yang punya. Ketinggalanki di pete-pete," ujar Dg Liwang kepada Awal.
Awal pun membuka laptop tersebut, lalu menelusuri file demi file. Dia kemudian menemukan file "Curriculum Vitae". Di dalamnya ada nomor kontak. Menggunakan ponsel Awal, Dg Liwang menghubungi nomor tersebut.
Benar. Nomor itu milik sang pemilik laptop. Dg Liwang lalu mengantarkan laptop itu ke pemiliknya.
Kepada Rakyatku.com, Awal mengatakan, Dg Liwang sudah cukup lama jadi sopir angkutan kampus. Itu pun kata Awal, Dg Liwang cuma sopir serep.
Kala malam hari, ketika istirahat dari mengemudi angkot, Dg Liwang bersama istrinya, Wati, berjualan nasi kuning di Jl Baji Pangasseng, Makassar.
Tindakan Dg Liwang yang dengan jujur mengembalikan laptop kepada pemiliknya, mendapat pujian dari berbagai warganet. Salah satunya, Ombudsman Makassar, Muslimin B Putra. "Sopir itu perlu dikasih penghargaan atas rasa tanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan penumpangnya," tulis Muslimin di media sosial.
"Masih banyak orang jujur," timpal Abu Rasul.
"Hebat bapak sopir pete-pete," tulis Kurniasih Budi.