Syahrul Yasin Limpo
Menteri Pertanian RI
Minggu, 09 Mei 2021 20:59

SYL Way: Tak Pernah Terduga, Teori Konspirasi Sofia

SYL Way: Tak Pernah Terduga, Teori Konspirasi Sofia

Benarkah anak kecil berusia 6 tahun sekarang sudah tahu teori konspirasi?

DUA hari terakhir ini. Saya selalu diam-diam. Bukan karena persoalan besar. Tetapi, kepikiran gadis kecil yang lucu.

Namanya Sofia. Baru berumur enam tahun. Tapi, pemikirannya melampaui anak seusianya.

Super aktif. Tak pernah berhenti bergerak. Berlari sana-sini. Namun, tatkala Sofia tak ada, rindunya tak ketulungan...

Lalu, mengapa Sofia menjadi selalu kepikiran? Ini dia ceritanya.

Baru-baru ini, Sofia dengan manjanya menghampiri saya. Dengan gaya khasnya pula. Juga "bawaan" super aktifnya.

Tiba-tiba ia berbisik. Mengajak saya. Melakukan konspirasi. Sesuatu yang di luar nalar anak seusianya.

Dan, ini, bukan kali pertama. Sudah beberapa kali. Tetapi, baru kali ini saya tersadar. Bahwa ada yang berbeda dengan Sofia.

Dia memulai kalimatnya. Itu didahului dengan kata "Hhusttttz..." Artinya, ada sesuatu yang sangat rahasia. Tak seorang pun boleh tahu. Selain kami. Ya, kami. Hanya berdua.

Lalu, ia melanjutkan..."Kakek, kita buat konspirasi!" Saya terdiam. Mencoba menyimak, apa kalimat selanjutnya.

Dengan gayanya yang menggemaskan, ia melanjutkan, "Kakek kan, pasti punya uang. Uang kakek, berikan ke saya. Tidak ada orang yang boleh tahu," tegasnya, sedikit mimik serius dengan gaya lucu.

Dengan penuh tanya, saya sedikit terpaksa tapi tetap mengiyakan hehehe.

"Uang itu, saya mau kasih Ibu Ulie. Saya jamin, ayahku pun tidak tahu. Sehingga, uangnya aman. Tidak akan ada yang minta. Apalagi, mau mengambilnya," tambahnya lagi, masih dengan mimik lucu.

Semua keinginan Sofia, saya ikuti. Dia jalankan. Dan, teori konspirasi kami pun,---menurut Sofia-- berjalan.

Pemikiran Sofia pun membuat saya larut. Lalu, menimbulkan banyak tanya. Terkait dengan kondisi kekinian saat ini.

Saya bercermin pada diri sendiri. Mencoba menyelami lebih dalam lagi. Soal latar belakang pendidikan, misalkan. Saya ini, pernah belajar sampai tingkat paling tinggi dan meraih gelar doktor atau maha terpelajar.

Namun, terkadang masih bingung. Ya, confuse! Apakah beberapa kejadian yang kita hadapi adalah kondisi objektif atau konspirasi global. Misalkan, yang ramai saat ini; virus Covid-19. Ada yang menyebut sebagai konspirasi global. Selain untuk big data, juga kental dengan urusan bisnis. Jual vaksin, contohnya.

Nalar saya, kemudian makin jauh sampai ke Negeri Paman Sam.

Pembunuhan Presiden Amerika, Jhon F Kennedy, misalkan. Dia diinfokan ditembak karena konspirasi dengan mafia kelas atas.

Juga, kematian bintang film Hollywood, Merlin Monro. Ada yang meyakini bukan karena overdosis. Tapi, terlibat cinta terlarang dengan pejabat kelas wahid di Amerika.

Lalu, Putri Diana. Wanita cantik yang menggemparkan dunia ini, tewas mengenaskan. Dia kecelakaan. Namun, banyak berpendapat bahwa itu konspirasi tingkat tinggi Kerajaan Inggris.

What Ever...Kepala saya masih bingung. Sedikit pening, malah. Apa betul, anak kecil sekarang sudah tahu teori konspirasi?

Sofia, misalkan. Dia tahu betul, bahwa konspirasi itu persekongkolan. Ya, persekongkolan untuk melakukan rencana besar. Dan, Sofia meletakkan dirinya sebagai konspirator.

Sofia mengajak orang. Mengatur segala langkah. Menakar tujuannya. Dan itu, berjalan mulus. Bahkan, rapi!

Sehingga, orang lain tidak mengetahui apa yang dilakukan. Pun kalau ketahuan, orang lain hanya sebatas menduga atau mereka-reka saja..Hebat!

Ya, lagi-lagi Sofia...Gadis kecil yang menggemaskan ini membuat pikiran saya bergejolak. Hati kecil saya hanya berucap, mungkin karena genetika.

Mungkin juga, Sofia mewarisi darah kakek dan ayahandanya. Mengalir dalam tubuhnya pikiran-pikiran terkait sendi kehidupan. Politik. Sosial. Kemanusiaan. Pelurusan sejarah kehidupan. Dan, masih banyak lagi...

Tapi, sedini mungkin, sebagai catatan. Pemikiran gadis kecil seperti Sofia, perlu dikuatkan. Terutama pemahaman agama. Nilai-nilai luhur dan budaya leluhur kita. Terkait, moralitas dan norma-norma kebaikan untuk banyak orang.

Entahlah....Wallahua'lam bissawab...Semoga semua menjadi berkah....Aamiin ya Rabbalalamiin...Kita lihat di masa yang akan datang! Iseng nulis. Selamat beribadah di bulan Ramadan yang sisa beberapa hari ini. (SYL Way; Wican, 9 Mei 2021).

Kolom Populer
Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan
Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Makassar
Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Makassar
Dosen Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia Timur, Advokat Senior, dan Praktisi Hukum Pemilu/Konstitusi