Neka Kurniawati
Statistisi BPS Provinsi Sulawesi Selatan
Senin, 15 Maret 2021 17:35

Pedasnya Cabai Jelang Ramadan

Neka Kurniawati (Statistisi BPS Provinsi Sulawesi Selatan)
Neka Kurniawati (Statistisi BPS Provinsi Sulawesi Selatan)

Harga cabai misalnya, yang biasa dengan uang Rp5 ribu rupiah bisa mendapatkan cabai yang bisa memenuhi kebutuhan untuk beberapa hari.

Ramadan masih beberapa hari lagi, namun antusiasme masyarakat terus meningkat
menyambutnya, di barengi dengan terus meningkatnya harga – harga kebutuhan pokok.
Hampir semua orang tengah mempersiapkan diri menyambut bulan suci yang penuh berkah ini. Namun bagi ibu-ibu rumah tangga ada suatu yang mengganjal dihatinya dan terkadang terus menjadi beban pikirannya yang tak kunjung hilang, apa lagi kalau bukan harga-harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.

Pada masa pandemi Covid-19 dimana kegiatan anak-anak sekolah banyak di rumah yang mengharuskan seorang ibu banyak membantu pembelajaran anaknya semakin menambah beban berat ibu-ibu rumah tangga.

Harga kebutuhan pokok sehari-hari yang terus meningkat memang sangat memberatkan
masyarakat pada umumnya dan masyarakat kecil yang tidak berpenghasilan tetap khususnya, mereka
semakin sulit memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Harga cabai misalnya, yang biasa dengan uang
Rp5 ribu rupiah bisa mendapatkan cabai yang bisa memenuhi kebutuhan untuk beberapa hari. Namun di saat sekarang ini dengan uang yang lebih besar nilainya Rp10 ribu rupiah baru cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari saja.

Harga cabai rawit pada 12 Maret 2021 masih Rp98.196 per kilogramnya. Setelah sempat menembus Rp15 ribu rupiah per kilogramnya pada bulan September 2020.

Belum lagi harga kebutuhan pokok lainnya seperti telur ikan, ayam dan minyak goreng yang merupakan kebutuhan pokok kebutuhan sehari – hari.

Menurut harga pasar Kementerian Perdagangan di Kota Makassar selama Februari sampai Maret
2021, harga kebutuhan bahan-bahan pokok terutama cabai memang masih sangat tinggi, apalagi bila dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2020 meningkat sampai menembus angka 500%.
Harga cabai rawit merah di pasar pada 1 Februari sebesar Rp74.710 per kilogram, turun sedikit menjadi Rp74.004 rupiah per kilogram di tanggal 11 Februari. Terus meningkat di bulan Maret menjadi Rp93.863 per kilogram ditanggal 1 Maret dan kembali meningkat menjadi Rp98.196 per kilogram di tanggal 10 Maret.

Sementara harga cabai rawit merah pada tanggal 10 Maret 2020 hanya Rp18.667 per kilogramnya. Harga cabai merah besar di pasar pada 1 Februari sebesar Rp45.238 rupiah per kilogram. Terus meningkat sedikit menjadi Rp46.618 per kilogram di tanggal 11 Februari, turun sedikit di bulan
Maret menjadi Rp44.526 per kilogram pada 1 Maret.

Dan kembali meningkat menjadi Rp45.238
per kilogram di tanggal 10 Maret. Sementara harga cabai merah besar pada tanggal 10 Maret
2020 hanya Rp19.667 per kilogramnya. Harga bawang merah yang bisa dibilang teman dekat cabai
merah juga masih sangat tinggi saat ini. Harga bawang merah merah di pasar pada 1 Februari sebesar Rp30.648 per kilogram, naik sedikit menjadi Rp31.119 per kilogram di tanggal 11 Februari.

Di bulan Maret menjadi Rp33.541 per kilogram ditanggal 1 Maret. Dan kembali meningkat
menjadi Rp34.662 per kilogram di tanggal 10 Maret. Sementara harga cabe bawang merah pada
tanggal 10 Maret 2020 juga cukup tinggi mencapai 32.667 rupiah perkilogramnya, dan yang di
kwatirkan harga tersebut akan terus meningkat seiring waktu memasuki bulan suci ramadhan.

Kenaikan harga – harga kebutuhan pokok ini tentu saja sangat membebani masyarakat pada
umumnya dan masyarakat kecil yang tidak mempunyai penghasilan tetap khususnya, terlebih lagi ibu-ibu rumah tangga. Untuk menekan laju peningkatan harga-harga kebutuhan pokok dan pada akhirnya sedikit membantu meringankan beban masyarakat kecil terkhusus ibu – ibu rumah tangga, diharapkan pemerintah dapat melakukan operasi pasar agar pedagang tidak menaikkan harga dengan seenaknya.

Dapat juga dengan mengadakan pasar – pasar murah di berbagai tempat untuk kebutuhan bahan –
bahan pokok seperti beras, gula, telur, minyak goreng, tepung terigu, susu dan lainnya.
Dengan adanya operasi pasar dan pengadaan pasar murah diharapkan masyarakat dapat tenang
dan tidak kawatir lagi akan adanya peningkatan harga – harga bahan pokok yang biasanya menjelang Ramadan dan idul fitri akan meningkat tajam.

Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini, dimana banyak pelaku usaha kecil dan pekerja tidak tetap yang kehilangan mata pencariannya.