Syaibani Mujiono
Sekjen DPP Wahdah Islamiyah
Minggu, 20 Juni 2021 09:23

Pandemi Meningkat, Tawakal Harusnya Ikut Meningkat

Pandemi Meningkat, Tawakal Harusnya Ikut Meningkat

Tawakal tidak berarti pasrah tanpa mengindahkan protokol kesehatan sebagai ikhtiar pribadi dan masyarakat dalam upaya menghindarkan diri dari Covid-19.

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Ada tren yang meningkat belakangan ini.

Tentu hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua eleman bangsa, baik pemerintah, tenaga kesehatan, para juru dakwah, bahkan seluruh masyarakat Indonesia.

Pandemi menimbulkan berbagai permasalahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat dari berbagai sisinya.

Hal ini mengingatkan kita pada ayat Al-Qur'an yaitu firman Allah subhanahu wata'ala dalam surat Al-Baqarah ayat 155, "Dan Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."

Covid-19 merupakan bagian ujian yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka, dalam kondisi pandemi, tawakal kepada Allah harus semakin ditingkatkan.

Tawakal tidak berarti pasrah tanpa mengindahkan protokol kesehatan sebagai ikhtiar pribadi dan masyarakat dalam upaya menghindarkan diri dari Covid-19.

Ikhtiar ini sejalan dengan hadis Nabi dan juga sejalan dengan kaidah-kaidah syar'i.

Bagi para ustaz hendaknya bisa memberikan penjelasan hukum-hukum syariat dengan baik. Keberadaan Covid-19 yang sudah mutawatir keberadaannya dan telah nyata bahayanya.

Maka tidaklah tepat jika tidak yakin secara pribadi kemudian menyebarkan informasi yang melemahkan kewaspadaan umat.

Dalam kondisi seperti ini, mari saling bahu membahu dan bersatu-padu dalam upaya keluar dari pandemi dan permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat.

 

*Ustaz Syaibani Mujiono adalah sekretaris jenderal DPP Wahdah Islamiyah.

Kolom Populer
Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan
Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Makassar
Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Makassar
Dosen Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia Timur, Advokat Senior, dan Praktisi Hukum Pemilu/Konstitusi