Waspada Santing
Dosen Fakultas Hukum Universitas Bosowa Makassar
Rabu, 16 Februari 2022 10:08

Inovasi Motivator

Aqua Dwipayana bersama Waspada Santing.
Aqua Dwipayana bersama Waspada Santing.

"Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk urusan yang yang lain. Dan kepada Tuhanmu engkau berharap." (QS. Al-Insyirah/94: 7-8)

Penanda waktu menunjukan angka 10.12 ketika ponsel dalam genggaman saya berdering. Isyarat, ada panggilan telepon masuk. Di layar tertulis Dr. Aqua Dwipayana. Mas Aqua Dwipayana, begitu biasa saya menyapanya, seorang pakar komunikasi dan motivator nasional yang rendah hati. "Saya di Makassar. Ada waktukah silaturrahim," ujarnya, setelah menyapa dengan salam.

Ibarat kata pepatah: pucuk dicinta, ulam tiba. Harapan silaturrahim offline yang saya sampaikan dua hari sebelumnya--melalui media sosial WhatsApp--saat Aqua Dwipayana hendak balik ke Jakarta usai sharing komunikasi dan memotivasi 150-an level pimpinan dalam lingkungan Kodam XIV Hasanuddin bersama Pangdam, Mayjen TNI Andi Muhammad.

Walaupun saat itu saya tengah mengikuti prosesi acara lepas sambut empat dosen senior Fakultas Hukum Universitas Bosowa Makassar--yang telah purna bakti. Kesempatan langka itu harus disyukuri. Saya segera ke Hotel Novotel Grand Shayla, Makassar, tempatnya menginap setelah memberi motivasi kepada karyawan hotel mewah itu, sehari sebelumnya.

***

Aqua Dwipayana, lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 52 tahun silam. Menyelesaikan S3 di Universitas Padjajaran Bandung. Sebelumnya, menimba ilmu di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah, Malang. Sambil memperdalam ilmu komunikasi, Aqua Diwipayana mengembangkan karier jurnalistiknya--dirintis sejak masih di SMA--melalui sejumlah media, antara lain: Suara Indonesia, Bisnis Indonesia, dan Jawa Pos.

Aqua Dwipayana sosok pribadi yang tidak pernah kehilangan motivasi mencoba tantangan baru. Tahun 1994, saat kariernya sebagai jurnalistik kian menanjak, justru berhenti sebagai wartawan dan memilih bekerja sebagai humas di PT Semen Cibinong. Namun, setelah sembilan tahun di Semen Cibinong, memutuskan berhenti lagi.

Aqua Dwipayana sempat tanpa aktivitas sekitar tiga bulan. Hidupnya berubah setelah seorang kawan--melihat talentanya, menawarinya tampil menjadi pembicara. Insentifnya, ketika itu, Rp5 juta untuk waktu dua jam. Selanjutnya, kariernya sebagai konsultan komunikasi cepat melejit hingga diakui sebagai salah seorang motivator nasional.

Pengakuan kepakarannya dalam bidang komunikasi dan kehebatannya memberikan motivasi dan membangun vitalitas kerja, membuat Aqua Dwipayana tidak pernah jeda, diundang pimpinan berbagai institusi dari satu kota ke kota berikutnya untuk memberikan motivasi. Kini, jika ada institusi yang ingin sharing komunikasi dan memakai jasanya memberikan motivasi, harus bersedia antre, menunggu waktunya kosong. Jadwalnya sangat padat, terisi beragam kegiatan.

Aqua Dwipayana tak ingin menikmati kesuksesannya sendiri. Kian sukses kian gemar berbagi. Bukan hanya melalui sharing komunikasi terkait berbagai motivasi di berbagai institusi, tetapi juga melalui beragam bentuk sedekah: finansial dan ilmu.

Sedekah finansial dilakukan Aqua Dwipayana dengan membantu orang-orang yang tak mampu, untuk menunaikan ibadah umrah, ketika kondisi perjalanan umrah masih normal. "Saya hanya menyalurkan amanah yang menitipkan melalui saya," ujarnya merendah, terkait jumlah orang yang telah menunaikan ibadah umrah melalui fasilitasinya.

Sementara, sedekah ilmu dilakukan Aqua Dwipayana melalui sharing komunikasi dan karya buku. Buku motivasi pertamanya Berhenti Bekerja, Dunia Tidak akan Kiamat, laris. Disusul belasan buku lainnya. Sepasang buku "terbarunya" berjudul: Humanisme Silaturahim Menembus Batas serta Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial, terbit bersamaan. Kedua buku ini adalah seri kedua dan seri ketiga trilogi The Power of Silaturrahim. Buku pertama, The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi, enam tahun sejak terbit perdana, sudah dicetak ulang delapan kali. Total terjual mencapai 160.000 eksamplar. Tak banyak penulis yang mampu mencapai oplah jual satu buku sebanyak itu dalam kurun waktu yang sama.

***

Aqua Dwipayana, seperti diakuinya, bukanlah sesosok yang tahu banyak tentang Islam, tetapi berusaha mengamalkan yang diketahui dalam batas maksimal pemahaman dan penghayatannya. Salah satu nilai yang dieksplornya dengan baik adalah kedahsyatan kekuatan silaturrahim. Pengalamannya membangun jejaring silaturrahim dan manfaat yang dirasakannya, membuatnya menjaga komunikasi dengan siapapun yang telah bersilaturahim dengannya.

Aqua Dwipayana bukan hanya sosok intelektual yang mampu menunjukan dengan tepat The Power of Silaturahim melalui buku-buku motivasinya. Ia juga seorang inovator yang mampu memotivasi pendengarnya dengan tepat, tidak pernah berhenti berinovasi sesuai dengan bidang kepakarannya.

Aqua Dwipayana--dalam aspek tertentu, telah membuktikan dengan tepat makna petunjuk Allah Swt. (QS. Al-Insyirah/94: 7-8) untuk tidak pernah lelah, berusaha, berikhtiar secara sungguh-sungguh. Hasilnya, berharap semata sesuai dengan kehendak-Nya. (*)

Wallahu a’lam Bish-Shawaab

Makassar, 16 Februari 2022