Kamis, 05 November 2026 21:52

Deng Ical Sebut Kasus Sadap Mengancam Image Presiden Prabowo di Kancah Internasional

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Anggota DPR RI Komisi I, Syamsu Rizal atau Deng Ical.
Anggota DPR RI Komisi I, Syamsu Rizal atau Deng Ical.

"Dalam konteks diplomasi kita itu menjadi terganggu. Karena nanti ada yang mengirim nota diplomatik, aman tidak? Saya punya duta besar, aman tidak kita punya kerja sama,"

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dugaan penyadapan terhadap presiden menjadi perhatian semua pihak. Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal atau Deng Ical mengatakan bahwa hal ini menjadi pertanda infrastruktur keamanan siber belum maksimal.

“Kalau kasus penyadapan itu benar-benar terjadi, mereka punya kompetensi tapi sudah tidak memiliki otoritas, ya anggaplah begitu nanti kan penyidik yang memastikan. Jadi bisa saja karena kompetensi atau batasan otoritas. Nah, ini yang kita susun sementara dan menjadi masukan bagi rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber,” kata Deng Ical di Makassar pada Kamis (5/11/2026).

Kedua kata Deng Ical yang paling fatal adalah karena dengan praktik penyadapan ilegal ini menciptakan ancaman dan kegamangan secara internasional.

Baca Juga : Ketua PKB Sulsel Jamin tidak Ada Kecurangan di Internal, 12 Bacaleg Bakal Perkuat PKB, Berikut Namanya

"Dalam konteks diplomasi kita itu menjadi terganggu. Karena nanti ada yang mengirim nota diplomatik, aman tidak? Saya punya duta besar, aman tidak kita punya kerja sama," tambah Anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Selatan I itu.

Peristiwa ini juga disebut mengancam citra Presiden Prabowo di kancah internasional. Dimana selama ini Prabowo Subianto sangat dihormati pemimpin-pemimpin dunia.

“Sementara sekarang ini kita lagi membangun image bahwa Presiden kita itu adalah salah satu tokoh internasional yang memiliki kredibilitas diplomasi yang kuat. Nah, dengan kejadian ini ya terancam dan tentu saja menjadi tugas yang sangat berat dari Kementerian Pertahanan, terutama Dewan Pertahanan Nasional dan Kementerian Luar Negeri ini untuk membuktikan bahwa ini adalah sebuah kecelakaan, sebuah insiden,” jelasnya.

Baca Juga : Silaturahmi Nasional Masyarakat Selayar, Deng Ical Tegaskan Bebas Kepentingan Politik Praktis

Atas peristiwa ini Deng Ical menegaskan sikap Partai Persatuan Pembangunan (PKB) yang mendorong kasus ini selesai dengan tuntas.

“Kalau sikap PKB ini kan sudah jelas. Kita sudah menyampaikan diminta untuk mengusut tuntas, menegakkan aturan dan kita minta untuk bisa menggunakan forensik digital,” bebernya.

#Syamsu Rizal #DPP PKB