Rabu, 28 Oktober 2026 13:46

Pendapatan Musisi Tak Menentu, LPS Ingatkan Pentingnya Kelola Royalti dan Simpanan

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Direktur Grup Hubungan Lembaga LPS, Nur Budiantoro, menyampaikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan penjaminan simpanan dalam Konferensi Musik Indonesia 2026 di Hotel Claro Makassar, Rabu (28/10/2026).
Direktur Grup Hubungan Lembaga LPS, Nur Budiantoro, menyampaikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan penjaminan simpanan dalam Konferensi Musik Indonesia 2026 di Hotel Claro Makassar, Rabu (28/10/2026).

LPS mengingatkan musisi pentingnya mengelola pendapatan royalti dan pertunjukan. Edukasi disampaikan dalam Konferensi Musik Indonesia 2026 di Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Di balik gemerlap panggung hiburan dan industri musik, para musisi menghadapi tantangan dalam mengatur keuangan. Penghasilan yang tidak selalu datang secara rutin membuat pengelolaan pendapatan menjadi hal penting agar kebutuhan hidup dan keberlanjutan karier tetap terjaga.

Persoalan tersebut mendapat perhatian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Rabu (28/10/2026).

Melalui forum yang mempertemukan berbagai unsur industri musik tersebut, LPS mengajak para pekerja seni meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, keamanan simpanan perbankan, serta kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan.

Baca Juga : Baru Beli Motor Honda? Asmo Sulsel Bagikan Tips Merawat Mesin agar Tetap Awet

Direktur Grup Hubungan Lembaga LPS, Nur Budiantoro, menilai karakteristik pendapatan pekerja industri kreatif membutuhkan perhatian tersendiri.

Berbeda dengan pekerja yang menerima gaji bulanan, penghasilan musisi dapat berasal dari berbagai aktivitas, termasuk royalti dan penampilan di atas panggung.

Kondisi tersebut membuat kemampuan merencanakan keuangan menjadi semakin penting.

Baca Juga : Jangan Asal Investasi, OJK Bagikan Langkah Aman Memilih Layanan Keuangan

Penghasilan dari Panggung dan Royalti Perlu Dikelola

Industri musik membuka peluang ekonomi bagi para pelakunya. Namun, besarnya penghasilan tidak selalu sejalan dengan kepastian pendapatan yang diterima setiap bulan.

Seorang musisi dapat memperoleh pemasukan ketika memiliki jadwal pertunjukan atau menerima pembayaran royalti. Pada periode lainnya, pendapatan tersebut dapat berkurang.

Baca Juga : OJK Sulsel Sulbar Bersama Komisi XI DPR RI Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Sinjai

Situasi ini menunjukkan pentingnya kemampuan membedakan kebutuhan utama dengan pengeluaran yang bersifat konsumtif.

Dalam sosialisasi di KMI 2026, Nur Budiantoro menyoroti perlunya pekerja seni memahami cara mengatur keuangan sesuai karakteristik penghasilan mereka.

Menurutnya, literasi keuangan dapat membantu musisi mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menggunakan pendapatan.

Baca Juga : Kepala OJK Sulsel Sulbar Tekankan Pentingnya Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan

Selain mengelola pemasukan, pekerja seni juga perlu memahami risiko berbagai penawaran keuangan agar tidak mudah menjadi korban tindakan yang merugikan.

Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kondisi finansial yang lebih terencana di tengah dinamika industri kreatif.

LPS Kenalkan Pentingnya Perlindungan Simpanan

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Selain membahas pengelolaan pendapatan, LPS memanfaatkan Konferensi Musik Indonesia untuk memperluas pemahaman mengenai sistem penjaminan simpanan perbankan.

LPS merupakan lembaga yang memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah bank sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberadaan sistem penjaminan ini menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Bagi pekerja seni, pengetahuan mengenai penjaminan simpanan dapat menjadi bekal ketika menentukan tempat menyimpan hasil pekerjaan mereka.

Meski demikian, perlindungan simpanan memiliki persyaratan yang perlu dipahami nasabah.

Secara umum, LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank sepanjang memenuhi ketentuan penjaminan.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Persyaratan tersebut dikenal dengan prinsip 3T, yakni simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, serta nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.

Dengan memahami ketentuan tersebut, masyarakat dapat lebih cermat dalam memilih produk simpanan dan mengelola dana yang dimiliki.

Industri Musik Jadi Ruang Baru Edukasi Keuangan

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Keterlibatan LPS dalam Konferensi Musik Indonesia juga menunjukkan bahwa edukasi keuangan dapat dilakukan di luar lingkungan perbankan maupun forum ekonomi.

Komunitas musik dinilai memiliki potensi untuk membantu memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat.

Musik merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang mampu menjangkau berbagai kelompok usia dan latar belakang.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Karena itu, pendekatan melalui kegiatan seni dapat menjadi alternatif untuk memperkenalkan informasi keuangan yang selama ini dianggap rumit.

Nur Budiantoro menjelaskan bahwa materi mengenai fungsi penjaminan simpanan tidak selalu mudah dipahami apabila hanya disampaikan melalui kegiatan formal.

Melalui kegiatan musik, pesan edukasi diharapkan dapat diterima dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya menjangkau kelompok yang mungkin belum terbiasa mengikuti kegiatan sosialisasi keuangan.

Dari Kompetisi Band hingga Festival Musik

Upaya LPS menjangkau masyarakat melalui industri musik bukan kali pertama dilakukan.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Lembaga tersebut sebelumnya telah terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan musik dan kreativitas anak muda.

Salah satunya melalui LPS Music, yang menjadi wadah bagi kemunculan talenta band muda.

LPS juga pernah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan musik seperti Prambanan Jazz dan Jazz Goes to Campus.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Keterlibatan dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan komunikasi publik untuk memperkenalkan fungsi LPS kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan hadir dalam kegiatan yang dekat dengan generasi muda, informasi mengenai pengelolaan keuangan dan penjaminan simpanan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai materi yang sulit dipahami.

Musisi Diajak Waspada Kejahatan Keuangan

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Selain mengelola pendapatan, pekerja industri musik juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan.

Kemudahan transaksi digital dan semakin beragamnya layanan keuangan memberikan manfaat bagi aktivitas ekonomi, tetapi tetap membutuhkan kehati-hatian.

Bagi musisi yang memperoleh penghasilan dari berbagai sumber, kemampuan mengenali penawaran keuangan yang mencurigakan menjadi bagian dari perlindungan terhadap hasil kerja mereka.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Pemahaman mengenai risiko dapat membantu pekerja seni mempertimbangkan keputusan sebelum menggunakan produk keuangan atau menempatkan dana.

Edukasi yang diberikan LPS diharapkan dapat memperkuat kesadaran tersebut sekaligus mendorong penggunaan layanan perbankan secara lebih bijak.

LPS Buka Peluang Kolaborasi dengan Komunitas Musik

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Melalui partisipasinya dalam KMI 2026, LPS juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai komunitas musik untuk memperluas kegiatan literasi keuangan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan pendekatan edukasi yang sesuai dengan karakteristik pekerja seni dan masyarakat umum.

Kegiatan bersama komunitas musik juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan pendapatan, keamanan simpanan, dan risiko kejahatan keuangan.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Bagi industri musik, pengetahuan finansial menjadi salah satu bekal penting untuk mendukung keberlanjutan karier para pelakunya.

Kemampuan berkarya dan menghasilkan pendapatan perlu diimbangi dengan kemampuan menjaga serta mengelola hasil pekerjaan secara bertanggung jawab.

Melalui Konferensi Musik Indonesia 2026 di Makassar, LPS menegaskan bahwa literasi keuangan bukan hanya kebutuhan pelaku usaha atau pekerja sektor formal, tetapi juga penting bagi musisi dan seluruh pekerja industri kreatif.

Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga

Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan pemahaman terhadap penjaminan simpanan, para pekerja seni diharapkan dapat membangun kondisi finansial yang lebih aman untuk mendukung perjalanan karier mereka.

#lps #Konferensi Musik Indonesia #KMI 2026 #Nur Budiantoro #literasi keuangan #Royalti Musik #Industri Kreatif #Musisi Indonesia #penjaminan simpanan #Makassar.