Jumat, 30 Oktober 2026 11:31

Mendorong Pertumbuhan Melalui Optimalisasi Kapasitas Nikel Matte dan Peningkatan Penjualan Bijih Nikel

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mendorong Pertumbuhan Melalui Optimalisasi Kapasitas Nikel Matte dan Peningkatan Penjualan Bijih Nikel

Perseroan tetap berkomitmen menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang secara disiplin, dengan tetap menjaga neraca keuangan yang kuat serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan

RAKYATKU.COM, JAKARTA, 29 Oktober 2026 - PT Vale Indonesia Tbk mengumumkan hasil produksi dan kinerja keuangan triwulan ketiga tahun 2026 ("3T26"). Perseroan mencatat kinerja operasional dan keuangan yang tangguh, didukung oleh peningkatan produksi nikel dalam matte dan tingginya volume penjualan bijih nikel. 

Perseroan juga terus mencatat kemajuan dalam realisasi strategi hilirisasi, yang ditandai dengan tercapainya mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2 proyek HPAL Pomalaa, sebuah milestone penting dalam pengembangan bisnis hilir Perseroan.

Produksi nikel dalam matte mencapai 18.341 metrik ton (t) pada 3T26, mencerminkan tingkat produksi triwulanan tertinggi yang dicatat sepanjang tahun 2026, setelah pelaksanaan kegiatan pemeliharaan besar pada awal tahun. Peningkatan ketersediaan peralatan dan operasi pabrik yang stabil mendukung kenaikan produksi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Baca Juga : Oknum Warga Diduga Jadi Penggerak Karhutla Masif dan Perambahan Liar di Morowali

Perseroan terus berfokus pada keandalan operasional dan konsistensi produksi untuk menjaga kinerja pada triwulan terakhir tahun ini.

Penjualan bijih nikel turut memperluas sumber pendapatan Perseroan. Pada 3T26, Blok Bahodopi mencatat penjualan sebesar 415.000 wet metric tons (wmt), dibandingkan 1.074.665 wmt pada 2T26, sehingga total penjualan selama 9M26 mencapai 2.375.759 wmt. Sementara itu, Blok Pomalaa membukukan penjualan sebesar 1.314.358 wmt pada 3T26, meningkat dari 495.601 wmt pada 2T26, sehingga total penjualan selama 9M26 mencapai 1.898.943 wmt. 

Secara keseluruhan, penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai sekitar 1,73 juta wmt pada 3T26.

Baca Juga : Vale Indonesia Terus Mewujudkan Komitmennya untuk Operasional yang Bertanggung Jawab

Pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan skala operasional sekaligus menunjukkan semakin besarnya kontribusi dari portofolio bisnis pertambangan PT Vale yang semakin terdiversifikasi.

Kinerja keuangan Perseroan terus didukung oleh peningkatan volume penjualan selama triwulan berjalan. Pengiriman nikel matte meningkat menjadi 20.158 t pada 3T26, dibandingkan 13.932 t pada 2T26, sehingga membantu mengimbangi kondisi harga nikel yang masih menghadapi tantangan. 

Rata-rata harga realisasi nikel matte tercatat sebesar AS$14.053 per ton, dibandingkan AS$14.765 per ton pada triwulan sebelumnya.

Baca Juga : Vale Indonesia Tegaskan Komitmen Terus Berkontribusi pada Penguatan Ekonomi Lokal

Sejalan dengan peningkatan volume penjualan tersebut, Perseroan membukukan pendapatan sebesar AS$353 juta pada 3T26, meningkat dari AS$290 juta pada triwulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama didukung oleh volume pengiriman nikel matte yang lebih tinggi, serta kontribusi yang terus bertumbuh dari penjualan bijih nikel di operasi Bahodopi dan Pomalaa. Secara year-to-date, pendapatan Perseroan mencapai AS$896 juta, meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mencerminkan manfaat dari pengembangan portofolio produksi dan penjualan PT Vale yang semakin beragam, sekaligus menunjukkan kemajuan Perseroan dalam mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan bisnisnya.

Dari sisi biaya, biaya tunai penjualan (unit cash cost of sales) nikel matte meningkat secara moderat menjadi AS$10.404 per ton pada 3T26 dibandingkan AS$10.005 per ton pada 2T26, yang terutama mencerminkan kenaikan biaya dan konsumsi energi selama triwulan berjalan.

Meskipun menghadapi tekanan biaya eksternal tersebut, peningkatan biaya berhasil diimbangi sebagian oleh fokus berkelanjutan Perseroan terhadap keunggulan operasional, termasuk melalui penggunaan yang lebih efisien atas input utama seperti batubara, diesel, dan Marine Fuel Oil (MFO), serta pengelolaan beban SG&A dan biaya tetap lainnya secara disiplin. 

Baca Juga : Vale Indonesia Berbagi Inspirasi Kepemimpinan Berdampak di Makassar Leadership Summit

Berbagai inisiatif efisiensi dan pengendalian biaya yang prudent ini terus memperkuat ketahanan serta fleksibilitas PT Vale dalam menghadapi dinamika pasar dan kondisi geopolitik yang terus berkembang

Selama 3T26, konsumsi energi meningkat sejalan dengan tingginya aktivitas operasional di area penambangan dan pengolahan. Konsumsi MFO dan batubara masing-masing meningkat sebesar 6% dan 12%, sementara kedua komoditas tersebut juga mengalami kenaikan harga rata-rata dibandingkan triwulan sebelumnya. Di sisi lain, biaya diesel relatif stabil sehingga membantu mengimbangi peningkatan tingkat konsumsi. 

Secara keseluruhan, kenaikan biaya energi pada periode ini mencerminkan intensitas aktivitas operasional yang lebih tinggi sepanjang triwulan serta pergerakan harga pasar yang lebih tinggi untuk komoditas energi utama.

Baca Juga : Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM

Meskipun harga nikel berada dalam kondisi yang lebih rendah pada 3T26, PT Vale berhasil membukukan EBITDA sebesar AS$101 juta, didukung oleh kinerja operasional yang kuat, peningkatan volume produksi, serta aktivitas penjualan bijih yang lebih tinggi. Hasil ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga ketahanan kinerja dan menjalankan operasional secara disiplin, sehingga EBITDA tetap relatif sejalan dengan triwulan sebelumnya meskipun volatilitas pasar masih berlangsung. Hingga akhir September 2026, EBITDA tahun berjalan mencapai AS$297 juta, meningkat signifikan dibandingkan AS$166 juta pada sembilan bulan pertama tahun 2025.

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar AS$43 juta pada triwulan ini, sehingga laba bersih tahun berjalan mencapai AS$147 juta. Capaian tersebut hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan AS$52 juta yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kinerja operasional yang lebih kuat serta fundamental bisnis yang semakin solid.

Selama 3T26, Perseroan merealisasikan belanja modal sekitar AS$95 juta yang difokuskan untuk mendukung keberlangsungan operasi sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis sebagai bagian dari agenda pertumbuhan jangka panjang. Per 30 September 2026, kas dan setara kas tercatat sebesar AS$247 juta, meningkat signifikan dari AS$111 juta pada akhir Juni 2026, mencerminkan posisi keuangan yang solid dan kesiapan Perseroan dalam mendukung pelaksanaan berbagai inisiatif pertumbuhan ke depan.

Baca Juga : Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM

Untuk mendukung kebutuhan belanja modal pemeliharaan serta inisiatif pertumbuhan jangka panjang, PT Vale melakukan penarikan dana sebesar AS$175 juta dari fasilitas pinjaman yang tersedia selama 3T26. Langkah ini mencerminkan kemajuan Perseroan dalam menjalankan strategi pendanaannya, sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung operasional yang berkelanjutan dan pengembangan proyek-proyek strategis.

Memasuki tahun 2027, PT Vale berada dalam posisi yang semakin kuat untuk memanfaatkan platform produksi yang lebih kokoh dan terdiversifikasi. Berbekal pemulihan operasional yang berhasil dicapai sepanjang tahun 2026, Perseroan berfokus untuk terus mengoptimalkan produksi nikel dalam matte, meningkatkan kontribusi penjualan bijih dari area-area pertumbuhan, serta mendorong proyek-proyek hilirisasi strategis menuju tonggak pengembangan berikutnya. 

Perseroan tetap berkomitmen menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang secara disiplin, dengan tetap menjaga neraca keuangan yang kuat serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

#PT Vale Indonesia