Kamis, 24 September 2026 14:45

Sekda Pastikan Pemkot Makassar Komitmen Ikuti Instruksi Pemerintah Pusat Terkait Alokasi Anggaran Persampahan

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda. (Dok Rakyatku)
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda. (Dok Rakyatku)

"Jadi ada beberapa item bisa kita maksimalkan. Penyusunan BBM itu sudah utamanya untuk alat transportasi pengangkutan sampah dan BSU juga penting," kata Zulkifly

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mengalokasikan porsi penganggaran persampahan sebesar 3 persen sesuai dengan instruksi pusat. Penyesuaian tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan struktur APBD yang telah berjalan.

"Kita akan jalankan sesuai arahan pusat, sekarang lagi mencoba untuk mengatur ini. Ada struktur rancangan APBD yang secara drastis tidak mungkin kita bisa langsung berubah, tetapi kita memaksimalkan sehingga proses progresnya itu bisa kita kejar," kata Zulkifly, Kamis (24/9/2026).

Peningkatan dukungan anggaran akan diarahkan pada kebutuhan pengelolaan persampahan secara menyeluruh, termasuk operasional pengangkutan dan penambahan sarana prasarana kebersihan. Salah satunya melalui penguatan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada pengangkutan sampah dan kerjasama lewat bank sampah umum (BSU) untuk nilai ekonomi.

Baca Juga : Appi Usul Ada Klaster di SPBU untuk Atasi Antrean Pengisian Solar

"Jadi ada beberapa item bisa kita maksimalkan. Penyusunan BBM itu sudah utamanya untuk alat transportasi pengangkutan sampah dan BSU juga penting," tambahnya.

Zulkifly menilai, pemilahan sejak dari rumah akan mempermudah proses pengelolaan, membuka peluang pemanfaatan kembali material yang masih bernilai, sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

Pemerintah Kota Makassar bergerak membenahi sistem persampahan dari hilir, sementara masyarakat diharapkan mengambil peran dari hulu.

Baca Juga : Silpa Kota Makassar Lebih Tinggi Dari Target, Bertambah 219 Miliar

"Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban pengelolaan dan semakin besar peluang menciptakan sistem persampahan yang berkelanjutan," ungkapnya.

Pemkot Makassar juga menyiapkan penambahan sarana dan prasarana kebersihan, seperti motor sampah dan mobil pengangkut sampah. Penambahan armada tidak dilakukan sekadar berdasarkan kebutuhan sesaat, tetapi melalui kajian terhadap volume sampah dan kebutuhan pengangkutan di masing-masing wilayah.

"Berapapun volume sampah yang kita angkut, nantinya akan dikaji kira-kira berapa kebutuhan dari setiap kecamatan dalam hal pengangkutan sampah," katanya.

Baca Juga : Appi Ingin Mahasiswa Elektro Hadirkan Teknologi Modern untuk Kota Makassar

Penguatan pemilahan sampah dari sumber diyakini dapat menekan volume sampah yang harus diangkut menuju TPA. Pemilahan sampah diharapkan bisa berkurang pengangkutan sampah yang dibutuhkan. 

"Makanya, kita terus galakkan, sosialisasikan untuk pemilahan sampah supaya terjadi pengurangan sampah yang ada di TPA," ujarnya.

Jika volume sampah yang masuk ke sistem pengangkutan berkurang, pemerintah juga memiliki ruang untuk melakukan efisiensi anggaran dan mengoptimalkan layanan kebersihan.

Baca Juga : Kemarau Panjang, Pemkot Makassar Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat

Pemkot Makassar juga terus melakukan pembenahan TPA Tamangapa dengan mengubah pola pengelolaan dari praktik open dumping menuju metode controlled landfill dan secara bertahap mengarah pada sanitary landfill.

"Kita melakukan perubahan metode. Kita menuju ke sanitary landfill atau controlled landfill. Kita meninggalkan open dumping ini," tegas Zulkifly.

#Zulkifli Nanda #Andi Zulkifli Nanda #Munafri Arifuddin